|
Sumatera Selatan
Pelajar di Palembang Keluhkan Kenaikan Tarif Angkot
Selasa, 01 Maret 2005 | 11:33 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang: Hari pertama kenaikan harga bahan bakar minyak, Selasa (1/3), terjadi kericuhan antara penumpang dan sopir angkutan kota di Palembang. Pasalnya, sopir secara sepihak menaikkan ongkos untuk pelajar. Yang biasanya pelajar hanya membayar Rp 500, dinaikkan menjadi Rp 1.000, sama dengan ongkos penumpang umum. Tapi, sopir tidak meminta tambahan ongkos jika pelajar membayar Rp 500 saja.
"Serba susah, tidak dinaikkan kami rugi, dinaikkan
penumpang ribut, saya tahu ini berat karena saya juga
punya anak sekolah di SMP," kata seorang sopir jurusan KM
5-Ampera. Tapi tak semua sopir angkot di Palembang menaikkan ongkos.
Hari pertama kenaikkan harga BBM juga membuat beberapa toko di Jalan MP Mangkunegara Kenten memilih tutup. Ada kekhawatiran akan ada tindakan anarkhis seperti penjarahan.
Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya dan BEM se Palembang serta sopir berencana berdemonstrasi menolak kenaikan harga BBM, siang ini.
Arif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].](/hg/photostock/2005/01/26/s_32D34602_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Menolak Kenaikan BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|