|
Nanggroe Aceh Darussalam
Sebagian Barak di Nagan Raya Tidak Layak
Senin, 14 Pebruari 2005 | 11:00 WIB
TEMPO Interaktif, Suka Makmur: Sebagian besar kondisi barak yang dibangun di kabupaten Nagan Raya untuk tempat tinggal pengungsi, sangat memprihatinkan dan tidak layak. Saat ini, untuk sekitar 6.000 pengungsi di kabupaten Nagan Raya 50 meter dari kabupaten Aceh Barat, dibangun empat barak sementara, yaitu barak di Padang Roubek, Padang Panjang, Cot Mee, dan Pulau Ie, semuanya terletak di kecamatan Koala Kabupaten Nagan Raya.
Dua barak diantaranya yaitu barak di Pulau Ie dan Padang Panjang dibangun pemerintah daerah. Dari empat barak yang telah dibangun, barak di Padang Panjang dan Pulau Ie sangat minim fentilasi dan sempit. Keduanya dibangun pemerintah daerah kabupaten Nagan Raya dan sisanya dibangun bantuan swasta.
Sedangkan di Padang Panjang akan dibangun rumah pengungsi 512 pintu dengan ukuran 3X3 meter untuk masing-masing keluarga. Di sana juga akan dibangun 32 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dengan 24 kamar mandi dan empat sumur bor. Namun sampai Minggu (13/2), program yang dikerjakan pemerintah untuk kedua barak tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum ada yang berfungsi. Padahal, pemerintah daerah telah menargetkan kedua barak tersebut masing-masing barak Padang Panjang dan Pulau Ie harus selesai pada Selasa (15/2) besok. Ironisnya, sebagian pengungsi, yaitu 76 kepala keluarga atau 236 jiwa telah menempati barak ini selama empat minggu. Mereka menggunakan beberapa kamar mandi yang telah selesai dibangun lembaga swadaya masyarakat lokal.
Rencananya, tanggal 15 Februari nanti barak ini akan diisi lagi oleh para pengungsi dari beberapa titik pengungsian di kabupaten Nagan Raya.
Untuk bangunannya sendiri, selain berdempetan antar pintu, jarak satu bangunan dengan bangunan lain saling berhimpitan, hanya terpisah gang selebar dua meter. Rencananya, menurut kontraktor pelaksana proyek, akan dibangun 32 unit bangunan.
Menurut Dr. Pradjna Paramita, spesialis pernapasan dan paru, kondisi tersebut sangat tidak sehat terlebih bagi pengungsi yang memiliki ganguan pernapasan seperti asma karena fentilasi dan sirkulasi udara sangat tidak bagus untuk kesehatan. "Bisa juga menimbulkan penyakit saluran pernapasan lainnya," ucap Dr. Prasdjna Paramita yang sempat mengunjungi barak di Padang Panjang. Di barak tersebut juga tidak tampak parit-parit untuk mengantisipasi genangan air jika hujan menimpa tempat tersebut.
Begitu juga barak yang berada di Pulau Ie, ada sebagian barak yang dibangun berdesakan di dalam gudang milik PT Pertani, sehingga beberapa pengungsi dibeberapa tempat tersebut merasa tidak betah dan kembali ke daerah asal mereka.
Ketika Tempo mencoba mengkonfirmasi kepada pejabat terkait seperti Bupati Nagan Raya Zulkarnaini dan kepala dinas prasarana dan pemukiman, mereka sedang tidak berada di tempat. Menurut staf dan pembantunya mereka sedang berada di Banda Aceh.
Kabupaten Nagan Raya adalah kabupaten hasil pemekaran kabupaten Aceh Barat dengan ibu kota Suka Makmur, sekitar 60 kilometer dari kota Meulaboh.
Hambali Batubara
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|