Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nanggroe Aceh Darussalam

Tempat Relokasi Pengungsi Terancam Tak Berpenghuni
Selasa, 01 Pebruari 2005 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Tempat relokasi pengungsi yang mulai dibangun, terancam tidak berpenghuni karena jauh dari pemukiman dasar warga.

Hal itu dikemukakan sejumlah warga yang kini menempati kamp pengungsi di sejumlah tempat di Aceh Utara. Menurut mereka relokasi yang dilakukan pemerintah tidak sesuai dengan harapan mereka karena terlalu jauh dari desa mereka. Akibatnya, mereka tidak bisa bekerja dan melakukan aktivitas ekonomi di tempat relokasi.

Hal tersebut juga diakui Bupati Aceh Utara Haji Teuku Alamsyah Banta di depan Komisi 6 DPR RI, Minggu (30/1) yang berlangsung di Ruang pertemuan PT Arun Batu Phat Lhokseumawe. Menurut Bupati, relokasi yang merupakan tanggung jawab pemerintah tingkat I Propinsi merupakan tindakan tergesa gesa yang tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan dan kerugian di kemudian hari.

Bupati juga menambahkan jumlah pengungsi yang kini tinggal 19.000-an menyebar di 19 titik dari sembilan kecamatan yang dilanda gelombang tsunami. Empat titik yang akan dijadikan tempat relokasi pengungsi korban gempa dan tsunami adalah Reuleut di Kecamatan Muara Batu dengan 20 barak, Beuringen di Kecamatan Samudera (25 barak), Keutapang di Tanah Pasir (23 barak), dan Cot Patisah di Seunuddon (lima barak).

Namun dari sejumlah lokasi yang sudah ditentukan itu, sangat jauh dari harapan para pengungsi sendiri. Bupati mencontohkan lokasi relokasi Reuleut Kecamatan Muara Batu untuk pengungsi Desa Cot Seurani berjarak puluhan kilo meter dari desa mereka. Begitu juga tempat relokasi yang lain yang sudah ditetapkan pemerintah propinsi.

Kondisi tersebut menurut Bupati, justru menimbulkan masalah dua kali, lokasi jauh tidak ditempati pengungsi juga akan membuang uang.

Hasan misalnya, pengungsi Asal Ule Rubek kecamatan Seunundon Aceh Utara, kepada Tempo hari ini, Selasa (1/2) mengaku rencana relokasi di Cot Patisah tidak mungkin ditempati. Karena hal itu hanya akan mengakibatkan dia tidak mungkin bekerja, karena jauh dari mana-mana.

Hal yang sama juga diakui Yakop, 32 tahun, warga meunasah Sagoe yang mengungsi di kamp pengungsi desa Blang Geulumpang Kecamatan Seunundon. Dia malah menginginkan pemerintah menyediakan dana agar mereka sendiri yang membangun di tempat rumah mereka semula.

Sejumlah pengungsi di kecamatan Muara Batu Krueng Mane Aceh Utara, bahkan langsung menyatakan tidak akan mau menempati lokasi itu, karena sangat jauh dari desa mereka. Malah mereka bertekad kembali tinggal di desa mereka semula dengan mendirikan tenda-tenda.

Imran MA

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
pengungsi aceh  Foto oleh : Adrin pengungsi aceh  Foto oleh : Adrin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RSUD Tjut Nyak Dhien Butuh Banyak Pembenahan
PBNU Terima Kunjungan Rombongan Vatikan
Kasus Penjarahan Siap Dilimpahkan Ke Kejaksaan
GAM Bantah Terima Logistik dari Farid Fakih
TNI Siap ke Pengadilan
Farid Faqih Masih Ditahan di Banda Aceh
Ribuan TKI Ilegal Padati Pelabuhan Laut Malaysia
110 Orang Dosen Unsyiah Meninggal Akibat Tsunami
FKB Desak Pemerintah Tangani Aceh dengan Kebijakan Satu Pintu
Jepang Serahkan Bantuan Pompa untuk Atasi Banjir DKI
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data