Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

KPU Sumatra Barat Usulkan Pilkada Serentak untuk 10 Daerah
Selasa, 18 Januari 2005 | 17:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat mengusulkan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) 10 daerah kabupaten dan kota dilakukan secara serentak dengan pemilihan gubernur Sumatera Barat pada Juni 2005.

Menurut Ketua KPU Sumatera Barat Mufti Syarfie, sesuai jadwal Kementerian Dalam Negeri pemilihan kepala daerah itu diadakan Juni 2005. “Karena itu, kami minta kepala daerah juga mengadakan pemilihan serentak pada Juni,” kata Mufti di Padang hari ini.

Seperti diketahui, selain pemilihan Gubernur Sumatera Barat yang harus dilakukan tahun ini, 10 wali kota dan bupati dari 18 kota dan kabupaten di Sumatera Barat juga akan berakhir masa jabatannya tahun ini.

Kesepuluh daerah itu adalah Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Damasraya, dan Kabupaten Solok Selatan. “Dari sepuluh daerah itu beberapa daerah ada yang berakhir masa jabatannya pada Agustus,” kata Mufti.

Dia mengatakan, dengan melakukan pemilihan secara serentak akan lebih menghemat biaya, waktu, dan mengurangi potensi kecurangan. Dengan mengadakan pemilihan secara serentak antara pemilihan gubernur dengan pemilihan 10 bupati dan walikota, KPU memperkirakan, akan bisa menghemat anggaran Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar.

Dengan mengadakan pemilihan secara serentak, kata Mufti, KPU tidak perlu mengeluarkan anggaran pemilihan kepala daerah lagi untuk 10 daerah tersebut. Biaya operasional dan honorarium petugas Panitia Pemilihan Kecamatan ke bawah, bisa ditanggung melalui APBD masing-masing kabupaten dan kota.

KPU Sumatera Barat mengusulkan anggaran untuk pemilihan gubernur sebesar Rp 83 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2005. Anggaran ini belum termasuk pelaksanaan pemilihan bupati di Kabupaten Mentawai yang membutuhkan perlakuan khusus, karena memiliki geografis yang lebih sulit dan butuh biaya lebih besar dibanding daerah lain.

Selain menghemat biaya, pemilihan serentak juga akan menghemat waktu, karena tidak perlu mengadakan pemilihan terpisah antara pemilihan gubernur dengan pemilihan walikota/bupati.

Pemilihan serentak juga akan mengurangi kecurangan, karena pemilihan serentak akan menutup kemungkinan mobilisasi massa ke daerah lain.

KPU sudah mengusulkan anggaran dana pemilihan dalam Ranperda APBD 2005 yang saat ini sedang dibahas di DPRD Sumatra Barat. Sekaligus usulan agar pemilihan dilakukan serentak. ”Tapi hingga kini belum ada tanggapan dari DPRD dan Gubernur Sumatra Barat. Saya berharap kami dipanggil DPRD dan Gubernur untuk menjelaskan ini,” kata Mufti.

Terkait dengan persiapan pemilihan kepala daerah, beberapa daerah sudah memasukan anggaran pemilihan dalam Rancangan APBD 2005 yang saat ini sedang dibahas di masing-masing DPRD.

Kabupaten Pesisir Selatan misalnya, menganggarkan dana pemilihan bupati langsung sebesar Rp 9,3 miliar, Kabupaten Padangpariaman Rp 7 miliar, Kabupaten Solok Rp 6,8 miliar, dan Kabupaten Limapuluh Kota Rp 5,9 miliar.

Febrianti - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]






Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hamid Awaluddin di kantor KPU, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/Wahyu Setiawan; K18A/431/2003;  20031006].
Gubernur NTB
Hamid Awaluddin
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mendagri: Jadwal Pilkada Lihat Kesiapan
KPU Belum Sikapi Korupsi di KPU Jatim
Dari Sidang Judicial Review UU Pemerintahan Daerah
MK Gelar Sidang Pengujian UU Pemda
Kejati Panggil Ketua KPU Jatim atas Dugaan Korupsi
Dewan Sesalkan Langkah KPU Daerah
Mendagri Khawatir Uji Materi UU Ganggu Pilkada
Temu Sastrawan Tangerang Meriahkan Hari Jadi Kabupaten
Penjebol Situs KPU Divonis 6 Bulan Penjara
Kertas Leces Incar 50 Persen Pasokan Kertas Pilkada Langsung
> selengkapnya...


Referensi

Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Syarat Kesehatan Calon Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Partai Keadilan
Partai Golkar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

DPRD Siantar BerhentikanWali Kota dan Wakilnya
Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data