|
Medan
Bakornas : Komunikasi Ke Aceh hanya Dijembatani oleh Pesawat Udara
Senin, 27 Desember 2004 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Koordinasi Nasional Masalah Aceh dan Sumatera Utara menyatakan sampai Senin (26/12) sore penanganan bencana masih terganggu masalah komunikasi, sehingga komunikasi dijembatani oleh pesawat udara. ?Sampai saat ini komunikasi hanya dijembatani oleh pesawat ? kata anggota Bakornas yang juga tim ajudan Kantor Wakil Presiden, Bakri Beck, saat meninjau penyaluran bantuan kemanusian di lapangan udara TNI AU Medan, Senin, 27/12
Pihaknya mengalami kesulitan berkomunikasi untuk menangani korban pasca bencana alam. Komunikasi yang mungkin dilakukan hanya melalui telpon satelit. ? Itupun sering terganggu bila cuaca tidak mendukung? ujar Bakri. Wilayah yang paling parah terkena bencana tsunawi adalah kota Banda Aceh. Hal ini dilihat dari hingga 10 kilometer pesisir pantai tersapu gelombang tsunami.
Ia mencontohkan, ketinggian saat itu mencapai lantai tiga kantor Gubernur Aceh yang letaknya tidak jauh dari pantai. Malahan rumah dinas Wakil Gubernur Nangroe Aceh Darusalam tersapu habis. ?Saya dengar informasi, keluarga Wagub juga ada yang hilang? tambahnya.
Sampai saat ini, Bakri Beck belum bisa memastikan berapa jumlah korban di Banda Aceh. Namun menurut prakiraannya telah mencapai ribuan orang. Para korban meninggal telah dimakamkan secara massal disuatu lokasi diantara bandara Iskandar Muda dan kota Banda Aceh. Beck menambahkan sebagian korban meninggal adalah orang yang saat itu sedang berlibur di tepi pantai.
Sementara korban yang masih hidup dan luka-luka telah dipindahkan ke daerah-daerah dekat mesjid, seperti di Desa Lambaru. ? Mereka telah ditangani oleh tim Mar'ie Muhammad,? ucap Bakri Beck.
Bakornas telah mengirimkan bantuan kesehatan maupun medis kepada korban Aceh. Bakri Beck juga mengatakan pihaknya juga mengalami kendala dalam mengevakuasi korban karena saat ini rumah sakit yang bisa beroperasi di Banda Aceh adalah RS Kesdam.
Pihaknya juga telah memastikan ketersediaan 4000 ton beras di dolog Aceh untuk keperluan makan para korban. Hanya saja terjadi kendala untuk mengelolahnya karena kebanyakan toko makanan disana sudah terendam air. ? Jadi mereka susah mengelolah bahan makanan? ucap Bakri Beck. Pihaknya juga akan mengirimkan tenaga medis sebanyak dua orang ke Aceh. Sementara itu, Bakri Beck mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 150 Milyar untuk menangani bencana ini.
Hambali Batubara, Bambang Soed-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/342/93; 20010215 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010225-134](/hg/photostock/2004/12/17/s_Tsunami2_high_thumb.jpg) |
![Sebuah taksi melintasi genangan air yang cukup tinggi akibat meluapnya Kali Bandengan di Jalan Gedong Panjang Jakarta Barat, Selasa, 30 Desember 2003. [TEMPO/Arie Basuki; 20031230]](/hg/photostock/2004/12/08/s_AB2003122906_high_thumb.jpg) |
| Maumere Setelah Badai Tsunami
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|