Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

TNI Bantah Terlibat Pembakaran Pos Polisi Binjai
Sabtu, 04 Desember 2004 | 19:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak Kodam I/Bukit Barisan membantah kalau TNI terlibat dalam aksi pembakaran pos polisi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai, Medan, Sumatera Utara. Bahkan mengindikasikan kalau diduga pelaku pembakaran merupakan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pernyataan ini disampaikan Kepala Penerangan Komando Daerah Militer I Bukit Barisan, Letnan Kolonel Artileri Felix Hutabarat, di kantor Pendam I Bukit Barisan, Jalan Listrik, Medan, Sabtu (4/12) sore.

Pihaknya sudah memeriksa pada satuan-satuan, "Dan memang tidak ada keterlibatan anggota kita dalam kasus ini," kata Felix. Dan Kodam I/BB merasa prihatin atas insiden itu dan meminta semua pihak tenang serta tidak mengasumsikan TNI sebagai pelakunya. "Kemungkinan pelakunya bisa siapa saja atau tidak tertutup kemungkinan GAM," kata perwira muda itu menegaskan.

Disebutkan Felix, kalau sejak peristiwa tertembaknya anggota Yon Arhanudse II Binjai, Lebih Panglia Kodam I Bukit Barisan Mayjen Tritamtomo sudah menginstruksikan seluruh jajaran TNI AD di bawah koordinasi Kodam I Bukit Barisan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat rugi nama baik TNI, berkaitan dengan tertembaknya seorang anggota satuan Arhanudse 11 Pratu Fati Sanamendrofa pada Senin (29/11) malam yang mengakibatkan luka tembak di bagian paha dan masih dirawat di RS Glen Eagles, Medan.

Setelah terjadi penembakan anggota Arhanudse, Pangdam langsung meninjau lapangan dan mengantisipasi kejadian fatal. "Upaya ini telah disampaikan ke jajaran TNI agar tidak melakukan aksi yang mencemarkan nama baik TNI dan wajib menciptakan keamanan yang kondusif," kata Felix.

Bambang Soed-Tempo

Fototerkait
     
Kapolri Jenderal Polisi, Da'i Bachtiar (kiri), didampingi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nazaruddin Sjamsuddin, saat mengikuti rapat pleno penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 2004 di Gedung KPU, Jakarta, 26 Juli 2004. Penghitungan suara dari beberapa daerah terpaksa harus ditunda, karena ada beberapa persyaratan dianggap tidak lengkap. [TEMPO/ Santirta M.; Digital Image; 20040726]
Da'i Bachtiar dan Nazaruddin Sjamsuddin

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pencurian Mobil Berhasil Digagalkan
Sopir Taksi Dirampok Penumpang
Perwira Polisi Terima Suap Rp 500 Juta
Polisi Kembali Akan Memeriksa 11 Saksi Kasus Munir
PM Tangkap TNI AL Gadungan
Selidiki Kasus Munir, Tim Polri ke Singapura
Tim Forensik RSCM Bongkar Kuburan Korban "Pesta" Ginseng
Riswandha: Demokrasi Telah Dicederai
TPST Bojong Terancam Ditutup
Kapolri Tinjau TPST
> selengkapnya...


Referensi

Profil Kapolda Metro Jaya
UU RI No.22 Thn.1997 Tentang Narkotika

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Anthony Zeidra Abidin Mengakui Terima Uang
Wakil Presiden: Rangkap Jabatan Melanggar Kepatutan
Siaga Lebaran, Polres Cianjur Terjunkan 1.096 Personel
Hamka Yandhu dan Anthony Diancam 20 Tahun Penjara
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Harga

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data