|
Nusa
Arus Mudik Melonjak, Batam Mulai Sepi
Jum'at, 12 November 2004 | 11:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kota Batan mulai sepi di tinggal para pemudik. Arus mudik juga nampak melonjak baik melalui jalur laut maupun jalur udara. Di Pelabuhan Domestik Sekupang penumpang telah antri membeli tiket sejak pukul 02.00 pagi dini hari untuk jurusan Palembang, Dumai, Kuala Tungkal Jambi, Pekanbaru, dan Tembilahan.
Arif, calon penumpang jurusan Palembang mengatakan, ia terpaksa ke pelabuhan dini hari mengingat kapal berangkat pukul 07.00 pagi. Ia khawatir tiket habis. Namun sesampai di loket penjualan tiket, calon penumpang telah antri 30-an meter untuk membeli tiket dan memasuki pintu gerbang pelabuhan. “Kalo dak pacak, balek ke bae tiket nih. Batal bae balek ( jika enggak bisa kembalikan tiket, batal saja pulang ),” ujarnya.
Arif yang frustrasi melihat antrian panjang calon penumpang. Arif patut khawatir sebab kapal penumpang jurusan Palembang hanya dua kapal yang semuanya berangkat pagi 6.30 WIB dan 07.00 WIB menggunakan kapal MV. Surya Gemilang dengan kapasitas 250 tempat duduk.
Kepala Cabang PT.Pelni Batam, Budiono menjelaskan yang biasanya load factor 30 persen melonjak naik menjadi 200 persen. Penumpang yang berangkat Rabu menuju Tanjung Priok mencapai 4000 penumpang. Dari jumlah itu 2.700 -an berasal dari Batam sisanya dari Karimun dan Medan.
Diantara penumpang sebanyak itu 311 orang adalah TKI yang mendapat pengampunan Pemerintah Malaysia. Dijadwalkan kapal penumpang LA BOBAR akan merapat di Batam, Jum'at ( 12/11/2004) dengan jurusan Surabaya dan singgah di Tanjung Priok. Diprediksi penumpang akan lebih banyak di banding hari Rabu ( 10/11/2004 ), sebab mendekati hari raya. Sedang Kapal Kelud yang dijadwalkan merapat Sabtu ( 13/11/2004) penumpang telah berkurang.
Lonjakan penumpang tahun ini tidak hanya di yang menggunakan kapal laut, tapi juga jalur udara. Ini lantaran harga tiket pesawat tidak jauh beda dengan kapal laut. Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Imam Soelvan mengatakan lonjakan arus mudik mencapai 30 persen. Jumlah penumpang mencapai 3.000 orang yang menggunakan jasa berbagai penerbangan seperti Garuda, Jatayu, Lion Air, Mandala, Bourag, Merpati, dan Sriwijaya Air Line.
Untuk menanggulangi terhambatnya calon penumpang pulang ke kampung masing-masing, Lion Air akan menambah extra flight dari dua kali penerbangan menjadi tiga kali. Sebelumnya Garuda telah menambah penerbangan ekstra dari empat kali menjadi lima kali penerbangan. Hanya saja Garuda pada penerbangan terakhir dari Jakarta pukul 20.00 WIB, langsung bermalam di Batam, esok harinya pukul 05.00 baru terbang menuju Jakarta.
Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan seperti percaloan, copet dan berbagai tindak kejahatan, Poltabes Barelang mengerahkan 650 personal dibantu berbagai pihak seperti TNI-AL, TNI-AD, SatPol PP, dan Satuan Pengamanan Otorita Batam yang berjumlah 600-an personil. “Itu tergabung dalam operasi SIAK,” kata Komisaris Besar Polisi, Andoyono, SH, Kapoltabes Barelang.
Rumbadi Dalle-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|