|
Kepulauan Riau
Kader PAN Batam Demo Pemimpinnya Sendiri
Rabu, 10 November 2004 | 14:15 WIB
TEMPO Interaktif, Batam:Kader Partai Amanat Nasional ( PAN ) Batam tetap mendesak Ketua DPD Kota Batam dan DPW Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Nabil mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPW dan DPD karena dinilai tidak inspiratif dan selalu melanggar AD/ART Partai dalam mengambil keputusan.
Salah satu pelanggaran yang dilakukan Nabil adalah mendapatkan SK tanpa melalui mekanisme partai. Ini mengindikasikan bahwa Nabil hanya mementingkan diri sendiri. Seharusnya DPP mengeluarkan SK penunjukan Nabil sebagai Koordinatgor saja , tapi bukan sebagai Ketua DPW Prov.Kepri .
Juga dalam hal menentukan siapa mewakili PAN untuk duduk menjadi Ketua DPRD TK.I Provinsi seharusnya melalui rapat pleno DPW , tapi yang jadi Nabil memutuskan sendiri. Padahal masalah SK DPW bodong tidak legitimate. "SK Nabil itu bodong," kata Guntur , Pimpinan DPD PAN Kota Batam. Sebab tidak ada Musyawarah wilayah yang melibatkan DPD dan DPC PAN untuk menerbitkan SK itu.
Nabil, menurut Guntur, tidak ada mempertanggungjawabkan uang kampanye, dan uang partai yang diberikan oleh Pemerintah Daerah sebagai dana pembinaan partai. Begitu juga soal keuangan intern, misalnya soal gaji 20 persen untuk Partai."Kemana uang itu dan kapan akan pertanggungjawabannya,?"tanya Guntur.
Guntur membeberkan beberapa kesalahan Nabil lainnya. Diantaranya adalah soal kepengurusan yang tidak sesuai dengan mekanisme partai. Kemudian setelah lima tahun menjadi kader PAN dan Ketua DPW TK.I PAN Provinsi Kepri, hingga kini tidak memiliki kantor. Guntur menilai Nabil lupa diri. "Dari no one menjadi some one,dan dari nothing menjadi something, itu semua setelah dia bergabung dengan PAN. Ini artinya dukungan grass root terhadapnya tidak bisa dikesampingkan. Kami berjuang keras untuk Nabil tampil, tapi setelah menjadi orang ternama, Nabil lupa diri,"kata Guntur.
Nabil membantah tuduhan itu semua, soal keuangan ia mengaku bersedia diaudit. "Semua tuduhan itu bisa dibuktikan atau tidak?"katanya. Nabil, bekas karyawan PT.Yokogawa, Muka Kuning, Batam ini sebagai pengawas sebelum bergabung dengan PAN. Jabatan pengawas di perusahaan Jepang di kawasan Industri Batamindo ditinggalkannya setelah terpilih menjadi anggota dewan kota Batam periode 1999-2004 PAN Batam.
Nabil terpilih kembali menjadi wakil rakyat dari PAN untuk DPRD TK.I Provinsi Kepulauan Riau. Ditengah gonjang ganjing pemilihan Ketua DPRD TK.I Prov. Kepri, Muhammad Nabil mencalonkan diri. Inilah yang memicu aksi unjuk rasa kadernya, karena dinilai Nabil hanya mementingkan diri sendiri. Munculnya nama Nabil sebagai kandidat memancing kemarahan kader PAN, sebab tanpa melalui musyawarah intern partai untuk menetapkan calon Ketua DPRD TK.I Prov. Kepri itu.
Sejumlah anggota PAN mendemo keputusan Nabil. Sebaliknya Nabil heran dengan tindakan para kadernya. Ia mengancam Nabil tetap akan memproses kader PAN yang melakukan aksi unjuk rasa. Menurutnya melakukan aksi demo terhadap kadernya sendiri itu sangat tidak wajar. "Seharusnya mereka itu mendukung saya, bukan menghalangi," kata Nabil.
Guntu tak gentar dengan ancaman Nabil,"kami siap dipecat, bila kami bersalah sesuai mekanisme partai." Zukriansyah, pengurus DPP yang dituding Nabil sebagai dalang demoa, membantah dirinya sebagai dalang aksi demo. Seharusnya Nabil berkaca dan bertanya pada diri sendiri, mengapa kadernya sampai melakukan aksi demo itu. "Saya enggak ada kepentingan soal itu, dan yang demo itu memiliki kartu anggogta PAN, jadi bukan liar," kata Zukriansyah.
Aksi demo kembali akan digelar pada 22 Nopember 2004 nanti, sebagai hadiah parsel untuk Nabil. Aksi demo ini akan dipimpin Guntur dan melibatkan berbagai LSM dan aktivis PAN serta simpatisann."Sekali lagi, kami tidak takut di pecat Nabil,"tantang Guntur.
Rumbadi Dalle
INDEKS BERITA LAINNYA :
|