|
Sumatera Selatan
Presiden Ajak Swasta Bangun Listrik Di Indonesia
Selasa, 09 November 2004 | 17:05 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pihak swasta untuk membangun sektor energi listrik di Indonesia, karena Presiden percaya potensi ini masih bisa digarap maksimal. Hal itu mengingat pendanaan dari pemerintah sangat terbatas. "Kami membuka peluang bagi swasta, untuk berinvestasi
di sektor ini," ajak Presiden saat meresmikan tiga pembangkit listrik di Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (9/11).
Pembangunan di sektor ini mempunyai peran strategis
dalam pembangunan nasional Indonesia secara keseluruhan, karena kebutuhan rakyat atas listrik adalah sangat mendasar. Nah, karena dana yang dimiliki pemerintah amat terbatas, cara lain adalah dengan membuka peluang
kepada pihak swasta untuk membangun sektor listrik
ini.
Tetapi, setelah diserahkan ke swasta bukan berarti
pemerintah lepas tangan, namun pemerintah akan tetap mengawasi dan mengendalikan tarif.
Dalam peresmian tiga pembangkit ini SBY mengatakan
bahwa proyek ini tidak menggunakan bahan bakar minyak
lagi, melainkan menggunakan gas atau LNG, yang lebih murah.
Presiden Yudhoyono juga mengajak agar pengembangan teknologi energi dengan menggunakan sumber daya alam yang ada terus ditingkatkan. Sebab saat ini cadangan gas masih relatif banyak, yaitu 75 tahun dan batubara yang masih tersedia hingga 200 tahun. "Karena itu lah, kita terus berupaya membangun listrik dengan menggunakan kedua jenis energi ini," kata SBY.
Tiga pembangkit listrik yang diresmikan hari ini,
bertujuannya meningkatkan kapasitas daya di wilayah Sumatera bagian selatan meliputi, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, dan Riau.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan Syahril
Oesman meminta Presiden mencanangkan Sumatera Selatan
sebagai lumbung energi nasional, khususnya Indonesia
bagian barat.
Proyek yang diresmikan adalah PLTG Borang 100 MW di
Kabupaten Banyuasin, PLTG Indralaya II 40 MW di
Kabupaten Ogan Ilir, dan PLTG Talang Duku II 14 MW di
Kabupaten Musi Banyuasin dengan total niai investasi
US$ 80,5 juta serta peresmian gardu induk dan
tranmisi 275 kilovolt Lumbu Linggau-Bangkau sepanjang
390 kilometer dengan nilai investasi Rp 364,2 miliar.
Sumber dana proyek-proyek tersebut, menurut Menteri
Pertambangan dan Energi Poernomo Yusgiantoro, berasal
dari pinjaman kommersial bank atau dana proyek
APBN dan pinjaman dari Asia Development Bank.
Arif Ardiansyah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|