|
Pengusaha Travel TKI Keluhkan Maraknya Jemputan Liar
Selasa, 09 November 2004 | 12:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gelombang kedatangan TKI dari sejumlah negara seperti Malaysia dan Arab Saudi yang rata-rata mencapai 1500 orang per hari menjadi lahan pemerasan puluhan calo dan travel mobil jemputan liar. Menurut Direktur Utama PT Ilung Pratama, Yusar, sejak tiga bulan terakhir travel miliknya telantar karena banyaknya jemputan liar yang diperbolehkan masuk ke areal Terminal 3.
"Kami sangat dirugikan, padahal ada sembilan perusahaan yang menyediakan jasa penjemput TKI yang secara resmi menang tender Depnaker Trans. Apalagi kami juga membayar pajak," kata Yusar.
Kebanyakan sopir travel hanya duduk-duduk di bawah pohon ketapang diareal Terminal 3. Mereka hampir tidak kebagian mengantar TKI ke kampung halamannya, karena sudah dirampas penjemput liar. Selain Ilung Pratama, perusahaan travel yang merugi antara lain Indo Hastra, Ondisan, Kompenda, Kopajati, Garuda Biru, Citra, Ranaan dan Damri. Mereka terpaksa hanya memarkir mobil jenis elf di tempat parkir.
Sementara itu, LSM TKI Normawati, yang ditemui Tempo, Senin (8/11) malam di Terminal 3 mengakui banyaknya jemputan liar. Menurut Norma, mestinya kalau Depnaker Trans sudah memberi peluang kepada perusahaan travel secara resmi, jemputan liar itu pelan-pelan dihapus sehingga pemulangan TKI menjadi lebih teratur.
Ayu Cipta?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|