|
Lampung
Jalan Lintas Barat Lampung Longsor
Jum'at, 05 November 2004 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Longsor terjadi di jalur Lintas Barat Lampung, yaitu antara Liwa, ibukota Lampung Barat, dengan Krui, Kecamatan Pesisir Utara, Kamis (4/11) malam. Ada tiga titik longsor yang langsung menutup badan jalan. "Longsor itu terjadi akibat hujan yang turun terus menerus dan meruntuhkan tebing di sisi kiri dan kanan jalan," kata Kepala Dinas Bina Marga Lampung, Taufik Hidayat, Jumat (5/11).
Akibat longsor tersebut, jalan yang menghubungkan provinsi Lampung dan Bengkulu tersebut ditutup. Hingga Jumat sore, petugas pekerjaan umum masih membersihkan badan jalan yang tertutup tanah. "Kendaraan yang hendak
melintas kini sudah kita perbolehkan, karena badan jalan sudah dapat dilewati," kata dia.
Taufik menyarankan agar pemudik yang akan melewati lintas Barat Lampung, berhati-hati. Jalur Barat Lampung, terutama antara kota Bukit Kemuning, Lampung Utara, hingga perbatasan Bengkulu, sepanjang 150 kilometer, memang sangat rawan longsor. Pada Desember 2002,
longsor mengakibatkan 12 orang tewas dan kerugian ratusan juta rupiah. Di kawasan itu banyak sekali titik rawan longsor, yang harus diwaspadai. Saya minta pengemudi yang melewati Jalur Lintas Barat untuk ekstra hati-hati,"
kata Taufik.
Kepala Dinas menjelaskan, dari sekian banyak titik rawan longsor tersebut, ada satu titik yang sangat ini kondisinya berbahaya, yaitu di kecamatan Pugung Tampak, Lampung Barat. "Struktur tanahnya sudah sangat lemah, karena tergerus air laut. Setiap saat bisa saja longsor,"
ujarnya.
Dinas Binamarga Lampung akan mensiagakan personil dan alat berat dan material di sejumlah kawasan yang rawan longsor untuk menyambut para pemudik lebaran, yang mulai ramai pada H-7 hingga H+7.
Fadilasari - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|