|
Sumatera Utara
Pelaku Perampokan Bank Mandiri Medan Diduga GAM
Selasa, 26 Oktober 2004 | 18:27 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Enam orang perampok bersenjata api merampok Bank Mandiri Cabang Pembantu Kotapinang, Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp 1,9 miliar. Kejadian ini berlangsung Senin siang, (25/10) yang mengakibatkan seorang petugas kepolisian, Bripda Lauri Sidabutar tewas tertembak.
Menurut Humas Polda Sumatera Utara Kombes Bambang Prihadhy sampai saat ini pihak kepolisian masih mengejar para pelaku perampokan. "Berdasarkan temuan di lapangan, pelakunya adalah anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka)," ucap Bambang Prihadhy yang dihubungi melalui telepon, Selasa (26/7).
Seorang pelaku berhasil ditangkap di wilayah Tapsel setelah terjadi kejar-kejaran antara perampok dengan aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku adalah penduduk Aceh dan ditangkap pada Senin (25/10)sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa perampokan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Empat orang perampok bersenjata laras panjang keluar dari mobil Cheverolet Trooper dan kemudian masuk ke dalam bank. Sementara itu, dua orang lagi menunggu di dalam mobil. Dari dalam bank, terdengar beberapa kali suara tembakan, dan dalam sekejap perampok keluar membawa tas berisi uang Rp 1,9 miliar. Pada saat itulah, pengawas Bank, Bripda Lauri Sidabutar tewas tertembak dan seorang saptam bank terluka. Setelah itu, dengan kecepatan tinggi, mobil perampok meninggalkan lokasi kejadian.
Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan pengejaran. Polisi terus membuntuti pelaku hingga keluar daerah. Tepat di Mapolsek Gunungtua, 100 kilometer dari lokasi peristiwa, mobil perampok menerobos pembatas yang dibuat polisi untuk mengalangi laju pelarian. Sempat terjadi baku tembak antara polisi dengan pelaku. Tidak ada korban jiwa, hanya saja pos Lantas Polsek Gunungtua rusak akibat terkena tembakan. Kawanan perampok terus melarikan diri hingga ke kota Padang Sidempuan
Perampok sempat menukar kendaraannya dengan taksi jenis L 300 hasil rampasan. Mobil Trooper yang semula digunakan ditinggalkan begitu saja. Dari dalam mobil tersebut polisi menemukan sebuah selongsong peluru jenis AK 47, sebuah senjata api laras pendek dan empat buah plat nomor polisi mobil dengan nomor berbeda.
Dalam pelariannya, kendaraan perampok melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kendaraaan tersebut menabrak mobil pikup jenis L 300 yang sedang pakir di dekat kantor DLLAJR Tapsel. Bagian depan mobil perampok ringsek dan salah seorang perampok yang mengemudi kendaraan tidak dapat keluar. Sementara itu, lima pelaku lainnya melarikan diri ke kawasan hutan dengan membawa hasil rampokan berikut senjata api laras pendek dan laras panjang jenis AK 47.
Hambali Batubara, Bambang Soed - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|