|
Jambi
Diancam Penyeludup dengan Pistol, Wartawan Demo Polda
Selasa, 19 Oktober 2004 | 13:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi: Sedikitnya 300 orang yang menamakan diri forum bersama untuk keadilan dan penegakan supremasi hukum, terdiri dari unsur wartawan, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Mahasiswa Jambi, Selasa (19/10), berdemo di depan Mapolda Jambi.
Mereka menuntut agar Polda segera menangkap Ahong (40), yang disinyalir penyeludup gula pasir. Ahong telah melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata api jenis pistol terhadap kameramen SCTV Jambi Indra Mayruli.
Para pendemo meminta aparat Polda Jambi untuk segera
menangkap dan menahan Ahong atas kasus tersebut,
mengingat kejadian yang menimpa kameramen SCTV ini
sudah berjalan empat tiga hari, yakni Kamis (14/10),
tapi tidak ada tanda-tanda upaya pengusutan lebih
lanjut. Pada hal korban sudah setelah kejadian sudah
melaporkan kasus tersebut terhadap aparat kepolisian
setempat.
Menurut Indra Mayruli, ketika itu kira-kira pukul
17.00 WIB, ia bersama beberapa wartawan lainnya,
antara lain Yan Hendrik dari LKBN Antara Biro Jambi,
mendatangi salah satu gudang milik Ali, berlokasi di
Desa Talangduku, Kecamatan Jaluko, Kabupaten
Muarojambi, tempat gula seludupan itu disimpan.
Keduanya, telah menerima informasi sebelumnya, bahwa aparat Bea dan Cukai setempat berhasil menangkap gula seludupan di daerah ini.
Namun, tiba-tiba muncul Ahong dan beberapa orang
anak buahnya langsung mengacungkan pistol seraya
menghardik, "Cobalah kalau mau ngambil gambar saya
tembak kamu."
Tidak batas disitu saja, Ahong langsung memanggil para
buruh angkut yang sedang bekerja mengeluarkan gula
tersebut untuk diangkat ke truk untuk mengeroyok
beberapa wartawan tersebut. Untung saja, para wartawan
ini tanggap langsung meninggalkan lokasi kejadian,
lalu melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian.
Hanya saja laporan tersebut tidak ditindak lanjuti,
sehingga membuat para wartawan yang bertugas di Jambi
dan beberapa elemen LSM dan mahasiswa setempat
melakukan aksi demo.
Dalam aksi ini para pendemo melakukan orasi dan membawa sejumlah membawa plaket yang bertuliskan agar pihak Polda mengusut tuntas kasus ini. Antara lain menyatakan, bila tidak mampu melakukan pengusutan supaya Kapolda Jambi Brigjend Pol. Soewaji melepaskan jabatannya.
Para Pendemo dalam aksinya yang dilakukan kira-kira
dua jam mulai dari pukul 10.00 WIB itu tidak merasa
puas, karena tidak berhasil bertemu langsung dengan
Kapolda Jambi Berigjend Pol Soewaji, dinyatakan sedang
tidak berada di tempat. Para pendemo hanya bertemu
dengan Direskrim Polda Jambi Kombes Pol. Budi Harsono.
Kepada para pendemo Budi menyatakan, pihaknya telah
memeriksa tersangka berikutdengan barang buktinya,
seperti gula dan pistol sudah diamankan. Pihaknya
sesegera mungkin untuk menuntaskan kasus ini. Hanya
saja Budi tidak dapat menjelaskan secara rinci jenis
apa sekaligus menunjukkan bila memang benar pistol
tersebut sudah disita.
Jawaban ini tentu saja membuat para pendemo
merasatidak puas, sehingga melanjutkan aksinya di
depan kantor Bea dan Cukai setempat.
Syaipul Bakhori - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|