Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Riau Akan Bentuk Holding Untuk Penjualan Obligasi
Jum'at, 01 Oktober 2004 | 15:29 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Pemerintah Riau segera melakukan evaluasi neraca keuangan daerahnya guna mempersiapkan diri untuk dapat menikmati peluang penjualan surat utang (obligasi) oleh pemerintah daerah.

Gubernur Riau Rusli Zainal mengatakan, dibukanya kesempatan bagi daerah melakukan penjualan obligasi harus dan akan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Riau dengan sebaik-baiknya.

"Tapi karena penjualan obligasi itu risikonya juga cukup tinggi, kita harus benar-benar melakukan persiapan sebelum menuju ke arah tersebut," katanya kepada pers di Pekanbaru, Kamis (30/9) malam.

Persiapan Pemprov Riau, kata dia, antara lain sudah dimulai dengan melakukan evaluasi atas perusahaan-perusahaan daerah yang dimiliki Pemprov Riau. Selama ini, kata dia, Pemprov Riau tidak mengetahui jelas mana perusahaan daerah (PD) yang menguntungkan, semi menguntungkan, bahkan yang selalu rugi.

"Langkah evaluasi atas PD itu sangat penting dalam rangka rencana Pemprov Riau membentuk perusahaan holding yang bisa dijadikan penjamin dalam langkah penjualan obligasi itu nantinya," kata Rusli.

Selama ini, tutur Gubernur, Pemprov Riau belum bisa membentuk holding atas perusahaan daerah tersebut karena pemerintah belum memiliki data akurat tentang kinerja masing-masing perusahaan daerah.

Gubernur mengakui Pemprov Riau akan segera mengajukan rancangan peraturan daerah Riau soal pembentukan holding tersebut ke DPRD Riau untuk dapat dibahas dan segera disahkan.

"Kalau ternyata nanti memang neraca keuangan daerah Riau cukup untuk menjamin penjualan obligasi tersebut, tentu saja obligasi itu akan kita luncurkan guna mempercepat pembangunan di Riau yang pada tahun 2010 direncanakan menjadi pusat ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara," kata Rusli Zainal.


Evalisa Siregar - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Batas Wilayah Pemicu Konflik Antar Daerah
Pemerintah Pusat Tidak Menjamin Obligasi Daerah
Jatim Pesimis Terhadap Obligasi Daerah
Daerah Boleh Menerbitkan Surat Utang
Obligasi Negara Masih Menjadi Pilihan Investasi
Surat Utang Negara Laris Terjual
Obligasi Ketiga Sampoerna Tawarkan Bunga 10,59-10,84 Persen
PT Citatah Akan Terbitkan Obligasi Konversi
Dorodjatun: Pelaku Usaha Menunggu Hasil Pilpres II
Bunga Obligasi Indo Mobil Finance 9,5 - 12,25 Persen
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
UU RI nomor 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik
Harga Elpiji Naik Karena Intervensi Pemerintah

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data