Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pekanbaru

Dua Hotel dan Satu sekolah di Pekanbaru Diancam Bom
Sabtu, 11 September 2004 | 16:39 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Hotel Mutiara Merdeka berbintang 4 dan Hotel Bumi Asih serta satu sekolah menegah umum (SMU) Negeri 1 Pekanbaru, Sabtu (11/9) diancam bom oleh pria yang diduga kuat pelaku ancaman serupa terhadap Bank Permata, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Hotel Ibis, Mall Pekanbaru, dan Hotel Arya Duta yang terjadi, Kamis lalu.

Teror bom pertama diterima di SMUN I Jalan Sultan Syarif Kasim pada pukul 07.00 WIB. Ancaman bom kedua dilakukan ke Hotel Bumi Asih di Jalan Sudirman pada pukul 07.30 WIB. Dan yang terakhir dilakukan penelepon ke Hotel Mutiara Merdeka di Jalan Yos Sudarso sekitar pukul 09.30 WIB.

Di SMUN 1 ancaman bom dilontarkan melalui telepon diterima oleh kepala tata usaha bernama Misran yang langsung memberitahukan ke kepala sekolah Chaidir yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek 50 melalui petugas keamanan sekolah itu.

Sementara itu, manajemen Hotel Bumi Asih di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru yang mendapat ancaman bom lewat petugas di Kantor Asuransi Bumi Asih yang lokasinya berdampingan dengan hotel itu langsung mengamankan situasi dengan meminta tamu hotel itu keluar. Mereka juga menunggu tim penjinak bahan peledak (Jinhandak) yang berjanji segera akan datang ke lokasi.

Para tamu yang mengisi 37 kamar dari 50 kamar hotel itu-pun sibuk bergegas keluar dari kamar hotel masing-masing. Menurut penelepon yang diterima staf Bumi Asih bernama Benny itu, bom sudah diletakkan di lantai lima hotel tersebut.

Hal sama juga terjadi atas Hotel Mutiara Merdeka. Ancaman di Hotel Mutiara Merdeka yang diterima operator hotel Eni itu lebih ngeri lagi. Penelepon menyatakan akan menjadikan Hotel Mutiara Merdeka seperti tragedi Kuningan.

Ancaman bom itu menyebabkan panitia Musda MUI Riau yang dilangsungkan di hotel bintang empat yang memiliki 168 kamar itu, terpaksa menunda acara.

Untung saja ancaman bom itu tidak terbukti.

Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Polisi Suro Jauhari mengatakan pihak kepolisian semakin meningkatkan pengamanan dengan maraknya ancaman bom di daerah ini. "Kami sudah bekerjasama dengan pihak Telkom untuk melacak penelpon gelap itu," kata dia.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kondisi Elisabeth Membaik
Majelis Mujahidin Indonesia Menolak Tuduhan Kepala BIN
Menteri Pariwisata Ajak Pelaku Wisata Melawan Teroris
Korban yang Dirawat di RS MMC Tinggal 16 Orang
Pelaku Bom Braga Ditangkap
Polda Jawa Barat Kerahkan 14 Ribu Personil
Polisi Nyaris Menangkap Azahari dan Noor Din Moh Top di Cengkareng
Kedutaan Australia Tidak akan Dipindahkan
Konjen AS dan Perancis di Surabaya Diancam Bom
Polisi Tingkatkan Patroli di Konjen Jepang di Makassar
> selengkapnya...


Referensi

Ledakan di Jakarta 2003
Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Tim Relawan: Korban Biasanya Orang Kecil
Jejak Langkah Azahari
Jamaah Islamiyah
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data