Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Padang

DPRD Sumatra Barat Panggil Pimpinan PLN
Jum'at, 23 Juli 2004 | 18:07 WIB

TEMPO Interaktif, Padang: Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Sumatra Barat akhirnya memanggil pimpinan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Wilayah III Sumatra Barat untuk dengar pendapat berkaitan dengan krisis listrik di Sumatra Barat, Riau, dan Jambi. Dengar-pendapat itu juga dihadiri pejabat Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatra Barat, Jumat (23/7).

Sejumlah anggota Komisi D mempertanyakan langkah-langkah yang diambil PLN untuk mengantisipasi krisis listrik di wilayah itu, serta antisipasinya untuk jangka panjang. Anggota Komisi D Syukriadi Syukur mempertanyakan komitmen PLN untuk melayani pelanggannya terutama sektor bisnis menengah kecil yang banyak terdapat di Sumatra Bara.

Menjawab pertanyaan Komisi D, Kepala PLN (Persero) Wilayah III Sumatra Barat Syofyan Amin menjelaskan,
saat ini beban puncak listrik di wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Jambi adalah 520 Mega Watt (MW), sementara kemampuan daya juga sama yaitu 520 MW. Krisis listrik di Sumbar, Riau Jambi terjadi karena turunnya debit air danau dan waduk di tiga pembangkit, yaitu PLTA Singkarak, PLTA Maninjau, dan PLTA Koto Panjang yang terjadi akibat musim kemarau. Selain itu, juga karena rusaknya mesin PLTU Ombilin. "Kami memperkirakan musim kemarau mulai Agustus hingga awal Oktober, tetapi ternyata kemarau di luar perkiraan kami yaitu sudah mulai bulan Juni," katanya.

Syofyan menambahkan, sejak seminggu lalu listrik di tiga provinsi itu sudah normal kembali. Selain mesin PLTU Ombilin, ini juga karena ada suplai daya 100 MW dari Sumatra Bagian Selatan melalui sistem interkoneksi pada siang hari, sehingga pada siang hari ketiga PLTA dapat diistirahatkan untuk menghemat debit air. Sedangkan untuk meningkatkan debit air, PLN menggunakan jasa Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan modifikasi cuaca dengan hujan buatan di lokasi danau dan waduk walau hasilnya belum maksimal.

Syofyan mengatakan, sekitar September depan akan ada penambahan pembangkit baru yaitu Pembangkit Listrik
Tenaga Gas Alam di Sumatra Selatan sebesar 150 MW. Selain itu, PLN juga sedang menjajaki kemungkinan
kerjasama dengan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatra Barat untuk mendirikan pembangkit
tenaga uap, di antaranya Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Payakumbuh.

Terkait dengan akibat pemadaman listrik bergiliran lebih satu bulan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Daerah Sumatra Barat berencana akan mengajukan gugatan class action terhadap PLN.Wakil Ketua YLKI Daerah Sumatra Barat Dahnil Aswad menjelaskan, lembaganya sedang mengumpulkan data tertulis keluhan konsumen kemudian segera mengajukan gugatan. Menurutnya, pengusaha konveksi di Kota Padang dan Kota Pariaman bahkan mengeluh rugi hingga 30-40 persen saat pemadaman.

Febrianti - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Listrik Sumbar, Riau, Jambi Terancam Mati Total
Pemerintah Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik Jawa-Bali
Pembangkit Listrik Suralaya Masih Kesulitan Batubara
Bukit Asam Upayakan Batubara untuk Pembangkit Suralaya
Pasokan Kurang, Pembangkit Listrik Suralaya Terganggu
Krisis Listrik Jawa-Madura-Bali Teratasi 2006
Indonesia Power akan Bangun Pembangkit Listrik
PLTU Paiton Selesai Diperbaiki
Perbaikan PLTU Suralaya Butuh Dua Hari
Dua Pembangkit Listrik di Jawa Terganggu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data