Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Pengusaha Diduga Pembakar Hutan Tidak Ditahan
Selasa, 29 Juni 2004 | 17:04 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Kasus pengungkapan maupun penangkapan dan penahanan pengusaha pembakar lahan di Riau semakin simpang siur. Kuasa hukum Ade Silalahi, Josua Hutapea, kepada pers membantah adanya berita yang menyebutkan kliennya itu ditahan dan termasuk melakukan pembakaran lahan di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

"Pak Ade kini sedang berada di Medan. Jadi tidak ada benar ada penahanan seperti yag diberitakan media massa," ujar Hutapea, Selasa (29/6). Ia juga menegaskan, kliennya tidak melakukan pembakaran seperti yang disebutkan seluas 800 hektare dari 1.200 hingga 3.000 hektare yang dimiliki perusahaan itu.

Menurut Hutapea, berdasarkan surat panggilan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Riau, Ade sebagai saksi baru akan dimintai keterangan Rabu (30/6).

Menurut Hutapea, lahan yang dimiliki Ade hanya 300 hektare. Lahan eks hutan tanaman industri itu, katanya, kini digunakan oleh 150 kepala keluarga warga setempat yang mengharapkan pihak Ade melakukan kerja sama degan pola anak-bapak angkat untuk penanaman kelapa sawit.

Sebelumnya, Kepala Bapedal Riau Khairul Zainal maupun Gubernur Riau Rusli Zainal secara terpisah kepada pers lokal dan Jakarta mengakui adanya penahanan terhadap Direktur PT Anderson Unido Ade Simbolon (yang ternyata akhirnya diketahui bermarga Silalahi) setelah tim satu atap pegendalian asap itu turun ke Riau hari Jumat lalu.

Kepala Bapedal Riau Khairul Zainal yang dihubungi Koran Tempo kembali, Selasa siang melalui telepon selulernya menolak memberi keterangan rinci soal simpang siurnya kasus penangkapan pengusaha yang merupakan Direktur PT Anderson Unido itu.

"Saya kan bilang dari kemarin-kemarin tidak ada penangkapan. Kasus pembakaran lahan yang diduga melibatkan Pak Ade itu kan masih dalam penyelidikan," katanya. Dia menolak mengomentari kembali bahwa penangkapan Ade yang dimuat di media massa itu sebenarnya merupakan pernyataan dari dirinya termasuk dibenarkan oleh Gubernur M. Rusli Zainal.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nabiel: Sulit Adili Penyebab Kebakaran Hutan
Pengusaha Pembakar Hutan Dibawa ke Jakarta
Meneg LH dan Menhut Beda Pendapat Soal Asap di Riau
Gubernur Sumsel Minta Bupati Waspadai Asap
Jarak Pandang di Pekanbaru Belum Normal
Kabut Asap Tunda Penerbangan di Pekanbaru
Dishut Kalteng Aktifkan Satelit Pemantau NOAA
Kabut Asap Makin Tebal di Palangkaraya
Kebakaran di Kawah Ijen Banyuwangi Semakin Meluas
150 Polisi Terjebak Api di Puncak Gunung Slamet
> selengkapnya...


Referensi

Kebakaran Hutan: Bencana Tahunan Riau

Website

Walhi


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data