Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banda Aceh

TNI Nyatakan Wakil Gubernur GAM Menyerah
Jum'at, 25 Juni 2004 | 19:24 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Wakil Gubernur Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Aceh besar Drs. M Aiyub Yunus, 50 tahun, menyerahkan diri kepada aparat TNI, Kamis (24/6) malam. Aiyub adalah bekas Kepala Pengawas Lapangan Kantor BKKBN Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Aiyub saat ini dirawat di rumah sakit tentara Kesdam Iskandar Muda, Banda Aceh.

Kapendam Iskandar Muda Mayor CAJ Ahmad Husein menyebutkan Aiyub dijemput TNI di Desa Lambirah,
Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Besar. Menurut Husein, Aiyub menyerah setelah terjadi bentrokan senjata
antara anak buahnya dengan pasukan TNI tak jauh dari sana. Kontak senjata itu menewaskan Razali, salah
seorang anak buah Aiyub yang menjabat Kadhi GAM Aceh Besar. "Akibat peristiwa tersebut, Wagub GAM itu
merasa posisinya tidak menguntungkan, sehingga ia memutuskan menyerah," katanya kepada wartawan. Jumat
(25/6)

Ketika ditemui Tempo News Room di Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh, Aiyub terbaring sendirian. Perban kecil membalut kaki kanan dan kepalanya. Menurut Aiyub, ia turun dari gunung Sibreh pada Kamis (24/6) sekitar pukul 17.00 WIB untuk berobat, bukan menyerahkan diri. Aiyub yang menderita malaria dan luka dibagian kaki dan kepalanya, dijemput adik iparnya Bachtiar, 30 tahun. "Dia bilang akan membawa saya ke tempat yang aman di Banda Aceh," kata Aiyub. Ia lalu dibawa dengan menggunakan mobil sedan ke ibukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tiba di kawasan Lueng Bata, mobil yang dikemudikan Azhari berhenti. Tak lama berselang, kata Aiyub, muncul sebuah mobil kijang berisi pasukan TNI. Mobil yang ditumpangi Aiyub kemudian mengikuti mobil kijang tersebut. "Saya tidak ingat dibawa ke mana ketika itu," ujarnya. Setelah menjalani interogasi, malam harinya Aiyub kemudian dibawa ke rumah sakit tentara.

Menurut Aiyub, keputusannya untuk turun gunung setelah sepekan lalu, pasukan GAM terlibat kontak senjata
dengan pasukan TNI. Dalam peristiwa itu, Aiyub terkena serpihan GLM di bagian kepalanya dan luka di bagian
kaki akibat terkena karang ketika melarikan diri. "Saya kemudian tinggal sendiri karena pasukan tercerai berai," ujarnya. Aiyub mengaku tak memegang senjata karena bukan bagian dari pasukan militer GAM. Namun, kata dia, sebelum peristiwa kontak senjata dengan TNI ia dikawal 28 tentara GAM berkekuatan 13 pucuk senjata campuran.

Aiyub masuk GAM atas kemauan sendiri pada 1998. Dua tahun kemudian dia dipercaya sebagai wakil gubernur
GAM wilayah Aceh Besar. Sebelum bergabung dengan GAM, Aiyub mengaku bekerja sebagai kepala petugas lapangan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional di Lambaro, Aceh Besar. Sejak gabung GAM, dia tidak lagi bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Militer mencatat, sejak pemberlakuan darurat sipil, 330 GAM tewas ditembak, 35 menyerah dan 37 lainnya
tertangkap. TNI menyita 80 pucuk senjata api berbagai jenis dari mereka.

Yuswardi A. Suud - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penguasa Darurat Sipil Akan Minta Tambahan Pasukan
Pengadilan Swedia Lepaskan Petinggi GAM dari Tahanan
Polri Serahkan Bukti Tambahan ke Penyidik Swedia
Indonesia Dapatkan Akses Periksa Hasan Tiro
Besok, Polkam Gelar Rapat Soal Ekstradisi Petinggi GAM
Panglima TNI Imbau GAM Hentikan Aktivitas
Hamzah Haz Minta Pimpinan GAM Menyerah
TNI Tangkap Tujuh Pasukan Wanita GAM
25 Narapidana GAM Tiba di Malang
Ferry Santoro dan Sandera Lainnya Dibebaskan
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
Inpres RI nomor 7 Tahun 2001 Tentang Langkah - Langkah Komprehensif Dalam Rangka Penyelesaian Masalah Aceh

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data