|
Lampung
Bus Tabrak Angkot, 14 Orang Tewas
Selasa, 22 Juni 2004 | 11:57 WIB
TEMPO Interaktif, Lampung:14 orang tewas akibat tabrakan antara bus dengan angkutan kota (angkot), di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Senin (22/6) kemarin.
Hingga Selasa siang, sembilan orang masih di rawat di tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Ahmad Yani dan Rumah Sakit Mardi Maluyo, Metro, serta Rumah Sakit Abdul Muluk (RSUAM), Bandar Lampung.
Semua koran yang tewas adalah penumpang angkot, termasuk supir angkot, Ramingan, warga Sukadana Baru, Lampung Timur. Di antara penumpang yang tewas adalah Sri Handayani, 35 tahun, yang baru melahirkan di rumah seorang bidan.
Selain Sri Handayani dan bayinya yang baru berumur satu hari, suami Sri, Kentus, 40 tahun, dan anak mereka Sriyati, 6 tahun, juga tewas.
Kepala Polres Lampung Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anjar Dewanto, mengatakan, keluarga yang berasal dari Desa Sukadana Baru, Lampung Timur itu tewas, ketika Kentus dan anaknya, Sriyati, bermaksud menjemput
isterinya yang baru melahirkan di rumah bidan tersebut. Saat pulang mereka menumpang angkot yang kemudian bertabrakan dengan bus Buanajaya. "Sri Handayani duduk disamping supir, dan tewas dalam posisi mendekap bayinya," kata Anjar.
Korban tewas lainnya adalah Ariyanto, 16 tahun (warga Hargomulyo), Tri Kanti, 42 tahun, M. Jais, 80 tahun, dan Ali Maksum, 4 tahun (warga Sumbersari), Sujimah, 40 tahun (warga Sumbergede), Samsiah, 40 tahun, Linda, 5 tahun, Mistiyo, 45 tahun, (warga Sukadana Baru,
Margatiga), Yulina, 45 tahun, (warga Tanjungkari, Margatiga).
Sementara korban yang luka berat adalah Kusmiyati, 17 tahun, Lia binti Sujimah, 2 tahun, Efi binti Sujimah, 4 tahun, dan Maryana, 45 tahun.
Sedangkan korban luka ringan adalah Sunarti, 14 tahun, Rusmiyati, 14 tahun, Susanti, 15 tahun, Budiyono, 25 tahun, dan Sardi, 27 tahun.
Anjar mengatakan, kecelakaan itu terjadi karena bus melaju sangat kencang, di atas 60 kilometer per jam, hendak mendahului mobil yang ada di depannya.
Saat membanting stir ke kanan, bus menabrak angkot yang saat itu sedang berhenti menurunkan penumpang. Angkot bernomor polisi BE 2303 NU itu kemudian terdorong hingga 10 meter.
Saat ini Polres Lampung Timur masih mengejar supir bus, Burhan, warga Jabung, Lampung Timur. Sopir itu diduga melarikan diri.
Anjar menambahkan, sepanjang jalur Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung itu, memang sangat rawan lalu lintas. "Untuk menghindari kecelakaan berikutnya,
Polres Lampung Timur akan memasang sejumlah rambu-rambu lalu lintas," katanya.
Fadilasari – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|