Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Palembang

Puluhan Sopir Bus Kota Tolak Pemindahan Jalur
Selasa, 15 Juni 2004 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Sedikitnya 75 sopir bus kota jurusan Pusri dan Plaju melakukan aksi demonstrasi ke kantor walikota dan DPRD Kota Palembang, Selasa (15/6).

Mereka meminta pemerintah kota membatalkan perubahan jalur bus kota jurusan Pusri dan Plaju karena dinilai tidak adil. Selain itu pemindahan jalur itu membuat pendapatan sopir turun drastis sekitar 60 persen dari pendapatan semula.

Muhamad, 45 tahun, salah satu sopir, melihat kebijakan pemerintah kota ini dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Palembang tidak adil dan diskriminatif karena hanya jurusan ini saja yang dipindahkan. Selama ini bus kota jurusan Pusri dan Plaju melalui jalur jembatan Ampera-Sudirman belok kiri Simpangan Caritas jalan Veteran menuju Pusri. Namun sekarang dari jembatan Ampera-Sudirman belok ke kanan jalan Letkol Iskandar-Bukit Kecil-Ari Fai-Veteran-Pusri.

Jalur baru itu, kata Muhamad, telah membuat jarak semakin jauh. Sebelumnya mereka bisa delapan rit. Sekarang hanya enam rit. "Dan inilah yang membuat pendapatan kami menurun 60 persen dan itu tidak cukup untuk setoran yang dipatok Rp 240 ribu perhari," katanya.

Pemberlakukan jalur baru ini sudah dialami sopir selama satu minggu ini. Yang hanya disosialisasikan melalui selebaran saja. Kalau para sopir melawan tidak melakukan jalur yang baru mereka ditilang oleh kepolisian.

Para sopir menolak jurusan Pusri dan Plaju penyebab kemacetan di Kota Palembang khususnya di Simpang Empat RS Carita. Sebab, dibanding jurusan lain, armada bus kota jurusan tersebut tidak sebanyak bus kota jurusan lain, seperti jurusan kilometer 12 dan Sertapati dan Perumanas Plaju. "Kenapa kedua jurusan itu tidak dipindahkan jalurnya juga, inikan aneh," ujar salah satu sopir.

Para sopir mengancam akan terus melakukan aksi mogok jika kebijakan yang diskriminatif ini tidak dibenahi. Sampai saat ini, empat perwakilan sopir masih bernegosiasi di kantor DPRD Kota Palembang. Demo berlangsung tertib dan para sopir memakirkan bus-bus mereka di samping kantor Polisi Pamong Praja dan sebagian sopir tampak duduk di sekitar bis kota mereka. Sementara puluhan aparat tetap menjaga dan mengatur lalu lintas.

Arif Ardiansyah – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Resmikan Monorel
Jatim Anggarkan Rp 50 Miliar Untuk Lintas Jawa Selatan
Pemkot Cilegon Menangkan Gugatan Pengelolaan Pelabuhan
Bukit Asam Bentuk Perusahan Patungan Angkutan Batubara
Sudirman-DPR Macet
Kancil Siap Menggusur Bajaj
Pedagang dan Pengemis Dilarang Beroperasi di Kereta Api
Monas Sepi Pengunjung
Transportasi Jabodetabek-Punjur Perlu Ditata Ulang
Pemerintah Akan Bangun Jembatan Ambon-Bandara Pattimura
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data