Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bengkulu

Tujuh Gajah Sumatera Mati dalam Dua Tahun
Senin, 14 Juni 2004 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Bengkulu: Dalam dua tahun terakhir, tujuh ekor Gajah Sumatera yang ditangkar di Pusat Pelatihan Gajah Sebelat Provinsi Bengkulu, mati. Kematian mereka membuktikan kelangsungan hidup hewan langka dan dilindungi di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), khususnya Harimau Sumatera, Gajah Sumatera dan Badak Sumatera, kian terancam kepunahan. "Saya sangat prihatin dengan kondisi ini," kata Agus Priambudi, Kepala balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, kepada Tempo News Room, Senin (14/6).

Selain sakit tak tertangani --karena belum memiliki dokter hewan-- yang kemudian mengakibatkan kematian, hidup gajah-gajah di sana juga makin terdesak. Buktinya, menurut Agus, mereka makin sering menyerang kawasan perkebunan sawit di daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Selain itu, hidup gajah juga terancam perburuan liar.

Jumlah gajah yang ditangkar di Pusat Pelatihan Gajah
Sebelat, sebelumnya mencapai 50 ekor, sekarang hanya 23 ekor.

Syaipul Bakhori - Tempo News Room



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Artis Sampaikan Pesan Lingkungan
Bupati Serang Tidak Gubris Permintaan Menteri LH
Walhi Unjuk Rasa di Bundaran HI
Petani Menentang Taman Nasional Gunung Merapi
Pengumuman Hasil PROPER Diundur
Hamzah Haz Resmikan Pekan Lingkungan Indonesia
Tersangka Penebangan Bakau Akan Ditahan
Primata Indonesia Semakin Terancam Punah
Pemkab Kuningan Perketat Aturan Pendakian Gunung Ciremai
Pelaku Kayu Ilegal di Kalimantan Timur Ditangkap
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Situs Forest Watch Indonesia
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data