|
Sumatera Selatan
Bukit Asam Bentuk Perusahan Patungan Angkutan Batubara
Selasa, 08 Juni 2004 | 16:27 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:PT Bukit Asam Tbk., PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Indonesia Power akan membuat perusahaan patungan untuk peningkatan dan pengelola angkutan kereta api di Sumatera Selatan, khususnya angkutan batubara.
"Persoalan angkutan kereta api ini selalu menjadi kendala dan ancaman bagi kita untuk mengangkut hasil batubara, sehingga suplai ke Suralaya sempat terganggu," ujar Ismet Hemaini, Direktur Utama Bukit Asam usai ekspose publik di Palembang, Selasa (8/6).
Untuk merealisasikan rencana itu tiga perusahan tersebut sudah melakukan pengkajian dan melakukan beberapa program singkat untuk mengatasi krisis soal angkutan batubara yang terjadi saat ini. Saat ini PT KAI membutuhkan dana Rp 29 miliar yang didapatkan dengan menaikkan angkos angkut ke Tarahan sebesar Rp 4.000 per ton sampai akhir tahun.
"Jadi angka Rp 29 miliar sudah kita dapatkan," ujar Ismet. Dana itu akan dipakai untuk perbaikan kecil saja di PT KAI.
Selain itu ada programa jangka pendek 2004-2005 yang membutuhkan dana Rp 770 miliar untuk merehabilitasi rel-rel dan menambah gerbong serta peralatan lainnya. Untuk program jangka menengah sampai 2006, perusahaan patungan membutuhkan dana Rp 1,05 triliun. Sedangkan pada tahun 2007 angka komulatif untuk perusahaan patungan ini sebesar Rp 1,6 triliun.
Ide perusahaan patungan ini, kata Ismet, sudah masuk ke Meneg BUMN dan juga disampaikan ke Komisi VIII DPR RI. Selain itu ketiga perusahaan sudah membentuk tim kerja yang menghitung biaya rehabilitasi.
Jika terlaksana, diharapkan angkutan batubara 7 juta ton ke Tarahan bisa meningkat 12,5 ton per tahun dan ke Kertapatri bisa 2,5 juta ton per tahun.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|