Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Batam

TNI AL Tangkap Penyelundup Pasir Timah
Selasa, 01 Juni 2004 | 18:17 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:Pihak TNI Angkatan Laut Gugus Keamananan Laut Armada Barat kembali menangkap sebuah kapal yang akan menyelundupkan pasir timah dari wilayah Indonesia ke Malaysia, Minggu (31/5) malam, di perairan Tokong, Natuna, Riau.

Dan Lantamal VII, Laksamana Pertama TNI Malik Yusuf mengatakan, penangkapan itu dilakukan ketika kapal KM Karya Citra diketahui mengubah haluan yang awalnya mengarah ke perairan Indonesia dan berbalik ke arah negara Malaysia. Melihat gelagat yang mencurigakakan, patroli TNI AL mengejar kapal motor itu dengan cara menggiring dan memerintahkan untuk berhenti.

Tim patroli TNI AL kemudian mengecek kapal itu dan ternyata ditemukan pasir timah yang dikemas di dalam karung plastik. "Tonasenya belum bisa dihitung, tapi cukup banyak," kata Malik menjawab Tempo News Room melalui telepon selulernya, Selasa, (1/6). Keterlambatan pihak TNI AL membawa kapal itu ke Tanjung Pinang disebabkan jarak yang cukup jauh dari perairan Natuna ke Pangkalan TNI-AL di Tanjung Pinang.

Malik mengatakan pasir timah itu diangkut dari Pulau Bangka dengan tujuan Kuantan, Malaysia. Menurutnya, penyelundupan pasir timah dan illegal logging sering dilakukan melalui perairan yang sangat sulit dijangkau oleh orang biasa. "Jalur itu memang rawan penyelundupan," ujarnya.

Informasi yang diperoleh, muatan KM Karya Citra berupa pasir timah itu sekitar 20 ton. Kini pihak TNI Al tengah meminta keterangan dari tujuh anak buah kapal termasuk nakhodanya. "Kami masih menghitung kerugian negara akibat pencurian itu," ujar Malik.

Pasir timah paling sering diselundupkan ke Malaysia dan Singapura. Untuk mengelabui petugas, penyelundup menggunakan kapal kayu sejenis kapal ikan. Biasanya tidak hanya melalui perairan Natuna, tapi juga perairan Kabupaten Karimun.

Tapi sejak dihentikannya penambangan pasir laut di daerah itu, penyelundup pasir timah pun mengubah arah yang dianggap aman. Salah satu jalur itu adalah di perairan Natuna.

Rumbadi Dalle - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KRI Tangkap Kapal Penampung Ikan Filipina
Sapi Ilegal Dimusnahkan
Bungaran Tekan Badan Karantina Atasi Daging Ilegal
Depperindag Curigai Lima Perusahaan Selundupkan Elektronik
Pedagang Daging Tradisional Resah
Polisi Tangani Kasus Daging Selundupan
Indonesia Akan Imbal Beli dengan Korea
Daging Selundupan Marak di Pasar dan Swalayan
Pemusnahan Gula Selundupan Masuk Tahap Ketiga
Pemda Diminta Bantu Dua Kapal Patroli
> selengkapnya...


Referensi

UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data