|
Solo
Pemerintah Akui Peredaran Benih Palsu
Jum'at, 28 Mei 2004 | 13:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertanian mengakui kebenaran peredaran benih tanaman palsu. Namun, jumlahnya tidak lebih dari satu persen benih asli. Untuk mengatasinya, Departemen Pertanian melakukan koordinasi dengan pihak Polri. Pemerintah juga akan segera mengeluarkan sertifikasi benih, dalam upayanya mengeliminir pemalsuan benih di tangan petani.
"Dari pantauan pemerintah memang ada benih palsu, tetapi tidak lebih dari 1 persen. Tetapi sekecil apapun keberadaanya cukup meresahkan.Untuk itu kami ingatkan petani jangan membeli benih di sembarang tempat," tegas Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan, Jafar Mohammad Hafsah seusai membuka pertemuan Apresiasi Industri/Produsen Benih Tanaman Pangan di Solo, Jumat (28/5).
Menurut dia, sejauh ini, Departemen Pertanian terus berkoordinasi dengan pihak Polri untuk mengatasi peredaran benih tanaman pangan palsu. Hal ini dapat mengganggu peningkatan ketahanan pangan.
Lebih dari itu, pemerintah juga akan segera mengeluarkan sertifikasi benih, dalam upayanya mengeliminir pemalsuan benih di tangan petani. "Pemerintah setiap tahunnya menyediakan dana tidak kurang dari Rp 3,3 triliun untuk penyediaan benih padi, jagung dan kacang-kacangan,"tandasnya.
Ketika berbicara di depan para produsen benih, Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan ini mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2003 merupakan puncak produksi tertinggi untuk tanaman pangan.
Pada tahun itu produksi padi mencapai 52,1 juta ton, dan produksi jagung mencapai 10,91 juta ton. Sementara produksi tanaman kacang-kacangan seperti kedelai memperoleh 672 ribu ton, kacang tanah 784,79 ribu ton dan kacang hijau 334,51 ribu ton
Imron Rosyid – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|