|
Sumatera Selatan
81 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Sumsel
Selasa, 25 Mei 2004 | 14:08 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Menurut data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan terdapat sedikitnya 70 kasus atau penderita HIV dan 11 kasus atau penderita AIDS di Sumatera Selatan.
Jumlah penderita HIV/AIDS itu, menurut Amirul Husni, Direktur Pelaksana PKBI Sumsel, tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Dari 70 kasus atau penderita HIV, sebanyak 18 orang berjenis kelamin laki-laki dan sisanya adalah perempuan.
"Yang paling banyak terdapat di Kota Palembang dengan 53 kasus HIV dan tujuh kasus atau penderita AIDS. Sisanya di Kota Prabumulih delapan kasus HIV, Kota Lubuklinggau empat kasus HIV, Kabupaten Ogan Komering Ilir dua kasus HIV dan satu kasus AIDS, Kabupaten Musi Banyuasin dua kasus HIV, dan Kabupaten Lahat dengan satu kasus HIV," ujarnya Kamis (25/5).
Sementara menurut data di Dinas Kesehatan Kota Palembang, sejak tahun 1994 sampai tahun 2004 tercatat 61 warga Palembang yang terjangkit HIV. Sebanyak 14 orang positif terkena AIDS. Dari 14 orang yang terkena AIDS, empat di antaranya telah meninggal. Salah seorang warga yang positif terjangkit AIDS adalah seorang bayi berusia sekitar satu tahun.
Dari 61 warga Palembang yang terjangkit HIV, sebanyak 45 orang adalah perempuan. Untuk pengidap AIDS, dari 14 orang yang terjangkit, 11 orang laki-laki dan tiga orang perempuan.
Menurut Amirul, lonjakan warga yang terjangkit HIV/AIDS di Sumsel sudah terjadi sejak tahun 2000. Pada tahun 1999 jumlah warga Palembang yang terjangkit HIV/AIDS baru tercatat dua orang. Satu tahun kemudian jumlah itu bertambah 11 orang. Pada tahun 2001 pengidap HIV/AIDS bertambah 12 orang lalu, lalu tahun 2002 bertambah 13 orang. Tahun 2003 bertambah 12 orang.
Para pengidap HIV/AIDS di Sumsel, menurut catatan PKBI Sumsel dan Dinas Kesehatan Palembang, sebagian besar berasal dari kelompok berisiko tinggi, yaitu perempuan pekerja seks komersial (PSK). Juga ada yang berasal dari kelompok pengguna narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), khususnya yang menggunakan alat suntik.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|