|
Nusa
GAM Siap Kembali Ke Meja Perundingan
Minggu, 16 Mei 2004 | 21:04 WIB
Banda Aceh - Kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyatakan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan guna mencari jalan damai bagi penyelesaian konflik Aceh. GAM berharap komunitas internasional terutama Persatuan Bangsa Bangsa mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan hal yang sama.
Pernyataan itu tertuang dalam keterangan pers GAM yang
ditandatangi Malik Mahmud yang di kalangan GAM dikenal
sebagai perdana menteri. Pernyataan pers tertanggal 16
Mei itu dikeluarkan di Swedia, tempat pimpinan GAM
bermukim.
Malik Mahmud mengatakan, selama penerapan darurat
militer di Aceh telah terjadi berbagai pelanggaran hak
asasi manusia seperti penculikan, pembunuhan dan
pemerkosaan. Ia menilai penyelesaian Aceh dengan
cara-cara militer tak akan menyelesaikan masalah.
?Awalnya kami berpikir kembalinya pemerintahan sipil
akan berdialog dengan kami untuk menemukan solusi
damai,? tulis Malik.
Namun, kata Malik, sejauh ini pihaknya melihat
pemerintah Indonesia baik sipil maupun militer tak
punya keinginan untuk berdialog dengan GAM.
?Melanjutkan konflik di Aceh sangat penting bagi elit
politik di Jakarta untuk menutupi kegagalan mereka
dalam berbagai sektor,? ujarnya.
Menurut Malik, keputusan pemerintah memberlakukan
darurat sipil di Aceh dengan tetap memberi
kewenangan besar bagi militer merupakan upaya untuk
menutupi berbagai bentuk pelanggaran HAM di propinsi
itu. Selain itu, keputusan untuk tetap mengirim dan
tidak ditariknya tentara yang telah dikirim kesana
dinilai sebagai sikap perang (act of war).
Karenanya, kata dia, pihak GAM juga akan mengambil
langkah-langkah yang dianggap sesuai untuk
menghadapinya. (yuswardi a. suud tempo news room)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|