Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Kuburan Korban Bom Dibongkar Untuk Otopsi
Jum'at, 14 Mei 2004 | 21:27 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Tim penyidik kasus ledakan bom di Pekanbaru melakukan otopsi atas kedua mayat korban bom di Jalan Soekarno Hatta itu, masing-masing Dewi Sriyanti (18) dan Ipon Arisandi (18) untuk melengkapi bukti otentik kasus pembakaran maupun peledakan bom yang terjadi Selasa (4/5)dini hari.

Otopsi yang dimulai pukul 09.30 WIB itu dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut. Tim yang terdiri dari enam orang itu dipecah menjadi dua tim, masing-masing tiga orang untuk tim otopsi mayat almarhumah Dewi Sriyanti yang dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Bangau Sakti, Simpang Baru, Tampan Pekanbaru dan almarhum Ipon Arisandi di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar sekitar 100 kilometer dari Kota Pekanbaru.

Dalam penggalian kuburan Dewi itu turut hadir ayah Dewi, Armen, yang sebelumnya sempat menyatakan keberatan dibongkarnya kuburan anaknya itu dan dua orang pengurus Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Pekanbaru.

Kepala Polisi Daerah Riau Brigjen Pol. Deddy S. Komaruddin kepada pers menyebutkan kebijakan otopsi yang dilakukan tim Labfor dari Medan itu dilakukan atas inisiatif Polda Riau maupun tim penyidik. Dia menegaskan, sejak awal Polda Riau sudah dibantu oleh tim Labfor dari Medan dan Jakarta untuk mempercepat proses pengumpulan bukti kebakaran dan ledakan bom itu.

"Hasil otopsi ini nanti dijadikan bukti di pengadilan. Hasilnya akan menjadi bukti otentik apakah kedua korban itu meninggal karena terkena runtuhan bangunan atau ada sebab lain," katanya.

Dia menolak mengomentari soal adanya kaitan otopsi dengan adanya dugaan atau temuan di lapangan maupun keterangan saksi yang menyebutkan meninggalnya Ipon maupun Dewi bukan karena tertimpa bangunan yang runtuh, tapi sebelumnya dibunuh oleh Along yang kini menjadi tersangka pembakaran rumah toko yang dihuninya itu dengan motif utang sebesar Rp 350 juta.

"Saya tidak mau mengomentari soal itu. Nanti kita lihat saja hasil otopsinya benar atau tidak sinyalemen tersebut," tuturnya. Setelah ada hasil otopsi dari labfor Medan yang diperkirakan minimal sekitar tiga hari, lanjut Deddy, pihaknya akan memberi keterangan pers.

Menyangkut soal pemburuan tersangka Boy yang buron, menurut dia masih terus dilakukan bekerja sama dengan jajaran Polda se-Sumatera seperti Polda Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Polisi memprediksikan bahwa tersangka Boy masih berada di dalam negeri, tidak ke luar negeri. Oleh karena itu Polda Riau sudah melakukan kerja sama dengan jajaran polda lainnya untuk mempercepat penangkapan tersangka dan pengungkapan kasus kebakaran maupun peledakan bom di Jalan Arengka itu," katanya.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mortir Aktif Ditemukan di TPA Bantargebang
FBI Datang Atas Permintaan Mabes Polri
Polri Kirim Tim Labfor ke Pekanbaru
Polisi Belum Bisa Tentukan Jenis Bom
Ledakan di Pekanbaru, Dua Tewas
Terdakwa Bom DPR/MPR RI Tak Tahu Rencana Pembom
Pengacara Terdakwa Bom DPR/MPR Walk Out
Polisi Umumkan Tiga Tersangka Bom Medan
Polisi Minta Bantuan Buka Laptop Pelaku Bom Cimanggis
Polda Jateng Pelajari Kaitan Dokumen Semarang- Bom Madrid dan Cimanggis
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Ledakan di Jakarta 2003
Bom di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru
Ciri Khas Bom Kelompok Hambali
Bom Natal 2000
Bom-Bom Hambali
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data