|
Riau
Polisi Belum Bisa Tentukan Jenis Bom
Selasa, 04 Mei 2004 | 14:32 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Ledakan kuat yang diduga bom, Selasa dini hari atau sekitar pukul 03.30 WIB meruntuhkan dua bangunan ruko (Ruko) di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru tepatnya di depan Pasar Pagi Arengka. Ledakan itu juga menewaskan dua orang dan tiga luka-luka,
Para korban bom adalah Ipon, 16 tahun dan Sri Dewiyanti, 18 tahun yang disebut-sebut sebagai pembantu rumah tangga Along, 40 tahun, yang pemilik salah satu ruko kelontong yang terkena bom itu.
Mayat Ipon yang ditemukan tercampak di luar ruko. Menurut aparat keamanan yang berjaga-jaga di lokasi ledakan bom, jeazah itu langsung dibawa untuk di visum ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Pekanbaru.
Sementara itu, Sri Dewiyanti yang diduga tewas di dalam bangunan Ruko itu, hingga berita ini dikrimkan belum berhasil dievakuasi. Pasalnya, polisi belum berani memasuki runtuhan ruko, karena alat dekteksi bom dari Kotamadya Medan belum datang.
Along sendiri bersama istrinya, Yuliana dan anaknya, Steven yang menderita luka-luka berat, langsung dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross.
Izah, seorang warga yang rumahnya di belakang ruko yang meledak itu mengatakan, ledakan yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB sangat kuat. "Tapi kami takut keluar rumah dan baru pukul 04.30 WIB berani keluar dan kaget ketika mendapati toko Along dan Kantor CNI, sudah runtuh," katanya kepada pers.
Kapoltebes Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Suro Djauhari yang berada di tempat kejadian membenarkan adanya korban jiwa. "Korban jiwa yang pasti satu. Satunya lagi belum diektahui pasti hidup atau meninggal di dalam runtuhan ruko itu," ujarnya.
Wakil Polda Riau Soewadji kepada wartawan mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan jenis bom yang meledakkan ruko itu. Namun, penelitian sementara tim laboratorium dan forensik (Labfor) menemukan dua unit alat pengatur waktu / timer yang diduga kuat digunakan sebagai pemicu bom itu. "Ada dugaan ini dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan keamanan menjelang pemilu tahap kedua. Polda Riau serius mengusut kasus ini hingga tuntas," tuturnya.
Dia juga tidak bisa memastikan apakah ledakan bom itu ada kaitannya dengan sidang-sidang terdakwa kasus terorisme kelompok Doktor Azhari yang dalam dua pekan terkahir ini digelar PN Pekanbaru.
Evalisa Siregar - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|