Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Selatan

Demo Solidaritas Mahasiswa di Palembang
Selasa, 04 Mei 2004 | 11:12 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Ratusan mahasiswa yang dikoordinir oleh Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM) se-Palembang yang terdiri dari BEM IAIN, BEM Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas IBA, DEMA Universitas Tri Dinanti, dan BEM Universitas Sriwijaya, melakukan demo solidaritas atas peristiwa berdarah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Ratusan mahasiswa ini berkumpul dan melakukan aksinya di Monumen Tank, di depan Pasar Cinde. Di tempat ini terdapat satu buah Tank Scorpio dan dua senjata berat lainnya. Dalam orasinya, kordinator aksi Sarifudin, mengatakan mereka mengutuk keras terhadap tindakan polisi yang telah melanggar hak sipil dan mahasiswa dalam sebuah kerangka negara demokrasi. "Tidak cukup hanya dengan memberhentikan mereka yang terlibat dalam kasus UMI, tetapi mereka juga harus segera diadili sebagai pelanggar HAM," kata Sarifudin.

Mereka juga meminta pihak Polri dan pihak lainnya untuk menghormati institusi kampus, bahwa kampus mempunyai otonominya sendiri, tidak bisa pihak lain semaunya memasuki dan mengobrak-abrik kampus.

Ketika ada satu unit truk polisi yang melintasi demonstran, mahasiswa berteriak dan saling ejek terjadi. Sementara beberapa polisi di dalam truk tampak mengepalkan tinju ke arah mereka, yang lalu disambut oleh mahasiswa dengan meminta mereka untuk turun. Kejadian tersebut tidak berlangsung lama, karena mobil truk tidak berhenti.

Dalam aksi, ratusan mahasiswa ini juga berteriak dan mengutuk peristiwa UMI berdarah. Rencananya ratusan mahasiswa ini juga akan menuju Mabes Polda Sumatera Selatan dan meminta agar kejadian UMI tidak terjadi di Palembang.

Salah satu mahasiswa, Yohannes dari Universitas IBA, mengatakan mereka setiap melakukan demo tidak akan anarkis jika aparat tidak memulai terlebih dahulu. Namun Yohannes mengakui bahwa rekan-rekannya kadang kebablasan mengeluarkan kata-kata yang pedas. "Namun hal seperti itu tidak disikapi dengan pemukulan dan penembakan," ujar aktivis yang kerap melakukan demo ini.

Arief Ardiansyah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Unhalu Gelar Aksi Sweeping
Jusuf Manggabarani Pimpin Penyisiran Jalan Terblokir
Demonstrasi Kasus UMI Serentak di Sejumlah Daerah.
Gabungan Mahasiswa Kutuk Kekerasan Di UMI
21 Polisi Diperiksa Terkait Kasus UMI
Polda Sulsel Tetapkan Sembilan Tersangka
Kapolda Sulawesi Selatan Terima Pemberhentiannya
Cak Nur: Polisi Harus Lakukan Restrukturisasi
Solidaritas Kasus UMI Berlangsung di Solo
Gus Dur Kutuk Kekerasan Polisi di Kampus UMI
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [0] komentar


Berita Terakhir

Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data