|
Nusa
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
22 April 2004
TEMPO Interaktif, Palembang:Berkaitan dengan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini, ratusan aktivis lingkungan dan berbagai elemen pencinta alam di Sumatera Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (22/4).
Mereka mempersoalkan buruknya pengelolaan dan kondisi lingkungan hidup di Sumatera Selatan. Fenomena banjir di daerah perkotaan merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah daerah tidak tepat dalam mengelola lingkungan.
Selain itu, berdasarkan catatan tahun 2003 dari Dinas Kehutanan Sumatera Selatan 68 persen dari jumlah luas total hutan 3,7 hektar dalam kondisi kritis. Menurut Yohanes, Koordinator Lapangan Aksi bukti-bukti diatas akan terus bertambah, jika pemerintah daerah tidak responsif dan tanggap dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di Sumatera Selatan.
Selain dua pencemaran itu, kata Yohanes, air Sungai Musi terancam tidak bisa lagi dipergunakan sebagai air minum, karena akumulasi pencemaran berdasarkan data Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) tahun 2001 saja ada 401 industri di sepanjang Sungai Musi, namun hanya tiga perusahaan yang mempunyai dokumen amdal. "Ini sangat mengkhawatirkan, karena sungai musi merupakan sumber air minum bagi warga Sumatera Selatan pada umumnya," katanya.
Oleh karena itu, ratusan aktivis ini meminta agar pemerintah daerah mengantisipasi krisis hutan yang ada di Sumatera Selatan dengan membentuk Komisi Hutan Sumatera Selatan. Kedua, menghentikan pengoperasian pabrik industri di sepanjang Sungai Musi yang tidak memiliki dokumen amdal. Dan terakhir, meminta pengusaha tidak melakukan eksploitasi besar-besaran atas sumber daya alam yang ada. Sehingga ada keberlanjutan generasi yang akan datang.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersatu padu mengkampanyekan soal lingkungan dan meminta jaminan kepada pemerintah daerah untuk mengelola lingkungan secara tepat dan benar. Ratusan aktivis lingkungan ini terdiri dari Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Sriwijaya, IAIN Raden Patah, Universitas Muhammadiyah Palembang, WALHI Sumsel, Wahana Bumi Hijau dan Impalm.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room
|