|
Lampung
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
18 April 2004
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Mantan Gubernur Lampung, Oemarsono, kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung, Sabtu (17/4). Pengambilan formulir diwakilkan oleh seorang stafnya, bernama Dahlan.
Selain Oemarsono, sejumlah calon gubernur yang gagal terpilih dalam pemilihan gubernur/wakil gubernur 30 Desember 2002 lalu, juga kembali mendaftar.
Sebelumnya, Oemarsono adalah Gubernur Lampung periode 1997- 2002. Dalam pemilihan gubernur/wakil gubernur Lampung 30 Desember 2002 lalu, bersama pasangannya, Syamsurya Ryacudu, mantan Bupati Wonogiri itu didiajukan oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Lampung. Mereka mendapat dukungan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri.
Meski Megawati sudah menitahkan 28 anggota Fraksi PDIP di DPRD Lampung untuk memilih pasangan Oemarsono/Syamsurya Ryacudu, pasangan yang diprediksikan bakal mengantongi suara mayoritas itu ternyata kalah. Pasangan Alzier Dianis Thabranie/Anshory Yunus, muncul sebagai gubernur/wakil gubernur terpilih. Tapi pasangan itu gagal dilantik oleh pemerintah pusat, karena Alzier
terlibat sejumlah kasus pidana.
Pendaftaran calon/wakil gubernur akan dibuka hingga Selasa (20/4) besok. Tahap berikutnya adalah pengembalian formulir selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis (21-22/4). Proses pemilihan gubernur sendiri dijadwalkan hari Sabtu, 15 Mei mendatang. Gubernur dan wakil gubernur terpilih kemudian akan dilantik Menteri Dalam Negeri pada 29 Mei 2004.
Di antara calon gubernur/wakil gubernur yang kembali mendaftar adalah Sjahruddin ZP (Kepala Operasional Markas Besar Polri), Mawardi Harirama (pengusaha), Irfan Nuranda Djafar (mantan Bupati Lampung Timur). Syamsurya Ryacudu juga kembali mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.
Menurut adik kandung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Ryamizard Ryacudu, yang juga anggota komisi D DPRD Lampung itu, dia kembali mencalonkan diri karena dukungan dari teman-temannya, terutama dari Partai Golkar dan PDIP. "Saya belum tahu berpasangan dengan siapa. Yang jelas bukan dengan Oemarsono," tuturnya.
Sementara salah seorang pendatang baru dalam pemilihan gubernur Lampung, Nasrun Kalianda, menyatakan, keprihatinannya atas kondisi politik di daerah Lampung, yang membuat dia tertarik mencalonkan diri sebagai gubernur. "Saya prihatin melihat daerah asal saya yang terus menerus dilanda konflik politik. Ada calon gubernur yang sudah terpilih, tapi tidak dilantik. Saya jadi terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai gubernur," kata pengacara asal Jakarta itu. Nasrun yakin, latar belakangnya sebagai praktisi hukum, bisa menjadi modal membangun Lampung ke depan.
Calon lainnya, Sakurayati Trisna, mengaku maju menjadi wakil gubernur untuk menunjukkan respon kaum perempuan pada pemerintahan daerah. "Perempuan juga punya kesempatan dan kemampuan yang sama menjadi pemimpin," kata Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKadin) Lampung itu.
Hingga Sabtu petang, sudah 33 orang yang mengambil formulir calon gubernur dan wakil gubernur. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti mantan birokrat, pengacara, akademisi, pengusaha, dan pengurus partai politik.
Menurut Ketua DPRD Lampung, Nur Hasanah, membludaknya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur, menunjukkan respon yang sangat tinggi dari masyarakat Lampung atas digelarnya pemilihan gubernur/wakil gubernur ulang. "Meski banyak kalangan yang tidak setuju digelar pemilihan gubernur ulang oleh DPRD Lampung hasil pemilu 1999, buktinya banyak sekali yang
mendaftar," katanya.
Nur Hasanah yang juga Ketua Fraksi PDIP itu belum bisa memastikan siapa yang akan dicalonkan oleh PDIP sebagai gubernur/wakil gubernur Lampung periode 2004-2009.
Fadilasari - Tempo News Room
|