Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jambi

Mahasiswa Jambi Tuntut Kapolri Mundur
Jum'at, 02 April 2004 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jambi:Mahasiswa di Jambi menuntut Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mundur dari jabatannya. Keinginan ini merupakan suatu bentuk pencurahan rasa kekecewaan para mahasiswa di daerah ini atas terjadinya bentrok antara pihak kepolisian dengan kelompok mahasiswa di Makassar beberapa hari lalu, sehingga membuat beberapa orang mahasiswa mengalami cidera.

Tuntutan agar Kapolri mengundurkan diri dari jabatannya ini terungkap dalam aksi demo mahasiswa Jambi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional. Aksi yang berlangsung di depan kantor DPRD Provinsi Jambi, Selasa (4/5), intinya menyampaikan pernyataan sikap keprihatinan terhadap pendidikan nasional dewasa ini.

Namun dalam demo yang diikuti sekitar 90 orang mahasiswa dan beberapa anggota lembaga swadaya masyarakat setempat itu, di samping menyampaikan orasi juga membawa berbagai nada kecaman dan harapan dalam pamflet dan spanduk, di antaranya menghendaki Kapolri bertanggung jawab atas terjadinya aksi di Makassar dan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Para pendemo juga menilai Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakilnya Hamzah Haz dalam kepemimpinannya belum menunjukkan keseriusan dalam memperhatikan masalah pendidikan, terbukti dengan anggaran APBN tahun anggaran 2004 di bidang pendidikan hanya sebesar 4 persen, sedangkan dalam UUD 1945 diamanatkan sektor ini harus diberi 20 persen dari seluruh total APBN.

Faktor inilah salah satu penyebab masih minimnya akses rakyat untuk menikmati pendidikan di negeri ini. Di sisi lain, dengan diberlakukannya serangkaian regulasi dalam dunia pendidikan turut memperburuk dunia pendidikan itu sendiri. UU Sisdiknas sendiri dinilai kontroversi, semakin melegalkan kepentingan kemersialisasi pendidikan.

Banyak contoh adanya penyimpangan akibat hal tersebut, antara lain dengan pengesahan PT BHMN, pembentukan komite sekolah, jalur khusus, dan kelas jarak jauh.

Sementara bagi perguruan tinggi, komersialisasi dan ancaman represifitas merupakan persoalan pokok. PP 153 Tahun 2000 tentang Otonomi Kampus dinilai melahirkan kerugian bagi mahasiswa. Mahasiswa juga menilai korupsi di bidang pendidikan di negeri ini masih marak terjadi.

Atas dasar itulah sedikitnya ada 10 item pernyataan sikap mahasiswa Jambi, antara lain hentikan komersialisasi pendidikan dan segera realisasi anggaran pendidikan 20 persen, pendidikan gratis dari SD hingga SLTA, pendidikan terjangkau perguruan tinggi untuk rakyat dan cabut UU Sisdiknas dan PP 153 tahun 2000, serta tolak RUU tentang guru.

Syaipul Bakhori - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Belasan LSM Tuntut Pendidikan Rumah
Asap Hitam Kepung Kota Makassar
Demo Solidaritas Mahasiswa di Palembang
Mahasiswa Unhalu Gelar Aksi Sweeping
Besok, Guru eks SMP 56 Melawai Diperiksa
Kapolda Sulawesi Selatan Terima Pemberhentiannya
Cak Nur: Polisi Harus Lakukan Restrukturisasi
Solidaritas Kasus UMI Berlangsung di Solo
Gus Dur Kutuk Kekerasan Polisi di Kampus UMI
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI
PP RI No. 6 Tahun 2004 Tentang Penetapan Universitas Pendidikan Indonesia Sebagai Badan Hukum Milik Negara
Kepres RI No. 22 Thn.2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [0] komentar


Berita Terakhir

Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945

<< April,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data