|
Nusa
Enam Korban Tabrakan Bus Teridentifikasi
01 April 2004
TEMPO Interaktif, Palembang:Sampai pukul 17.00 WIB sore ini, enam orang dari 11 korban meninggal akibat tabrakan kereta api dengan bus Sinar Dempo di desa Sinar Tuha dapat diidentifikasi. Korban terakhir yang meninggal atas nama Feri, 20 tahun, belum diketahui asalnya.
Menurut salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, Sulistiawati, 30 tahun, warga Desa Sungai Tuha mengatakan, warga terbangun saat mendengar benturan keras yang terjadi sekitar pukul 02.00 dinihari. “Benturan itu keras sekali sehingga kami terbangun kaget,” ujarnya.
Setelah itu masyarakat desa berduyun-duyun ke tempat lokasi kejadian. Karena kondisi sedikit ramai, masyarakat sekitar ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dan mencuri barang-barang milik korban, sehingga identitas para korban sulit dikenali karena tidak ada satupun identitas yang melekat ditubuh mereka, seperti isi dompet dan tas tangan.
Lokasi kejadian sendiri, dari arah kota Martapura lebih kurang 7 kilometer, kondisinya jalan menurun dan saat lintasan rel kereta jalan mendatar. Tidak ada penjagaan atau pintu rel di lintasan kereta api itu. “Jadi memang sangat rawan dan sering kejadian kecelakaan,” tambah Sulistiawati.
Menurut kernet bus, Jhon Hendri, 31 tahun, mengatakan bahwa sopir Ruslan bin Jali adalah sopir cadangan atau sopir kedua. Sopir pertamanya bernama Paiman. Dan Jhon yakin bahwa yang tewas mengenaskan sampai kepalanya terpisah itu adalah Paiman, tapi polisi belum mengidentifikasi lebih jauh korban yang kepalanya terpisah dari badan tersebut apakah Paiman atau bukan.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room
|