|
Bandar Lampung
Pangdam Sriwijaya Minta Maaf pada Polri
24 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen Inf. Syahrial BP Peliung, meminta maaf kepada anggota Polri, dinas lalu lintas dan jalan raya (DLLAJR) Lampung, atas penyerbuan sekitar 100 anggota TNI AD ke terminal Rajabasa, Senin (22/3) petang. "Kami berjanji akan menindak anggota TNI yang melakukan perbuatan keliru," kata Syahrial saat meninjau terminal Rajabasa, Rabu (24/3).
Syahrial juga berjanji akan membayar ganti rugi pada lima orang pedagang, yang tempat berdagang dan barang-barangnya dihancurkan tentara yang sedang mengamuk. Dalam penyerbuan Senin lalu, para tentara merusak dan memecahkan semua kaca-kaca pos polisi dan kantor DLLAJR Rajabasa, serta melukai sejumlah awak bus dan pedagang. Pos polisi dan kantor DLLAJR sendiri sudah diperbaiki oleh anggota TNI AD atas dana dari Komando Resimen (Korem) 043 Garuda Hitam.
Sementara itu, tim intelijen Korem 043 Garuda Hitam, sudah melimpahkan kasus tersebut ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) II-3 Lampung. Lima orang yang diajukan ke Denpom adalah Letnan Kolonel Infantri Irwan Maulana, Wakil Komandan Batalyon 143 Candimas, Natar, Lampung Selatan, Praka David, Praka Alexander, Praka Pus Puryanto, dan Praka Yulianto. "Sesuai instruksi dari Pangdam, kasus ini diserahkan ke Denpom," kata komandan tim intelijen Korem 043 Garuda Hitam, Letnan Satu Abdul Karim.
Menurut Pangdam, Letkol Irwan akan diminta pertanggung jawabannya sebagai pimpinan batalyon, karena komandan batalyon sedang cuti. "Kita pertanyakan, kenapa truk TNI bisa dipakai oleh anggota ke terminal Rajabasa," katanya. Sedangkan keempat Praka tersebut, diperiksa karena merupakan penyebab awal penyerbuan.
Sementara itu aktivitas di terminal Rajabasa mulai agak normal. Sejumlah pedagang asongan sudah mulai berjualan kembali. Bus-bus yang biasa mencari penumpang di dekat pos polisi, juga sudah berani memarkir kendaraannya. Meski begitu, para calo yang biasa berkeliaran di terminal seluas dua hektare itu agak berkurang. Juga tidak tampak para calo dan awak bus yang menarik-narik penumpang, memaksa naik kenadaraan mereka, seperti biasa.
Sejumlah penumpang di terminal Rajabasa yang ditemui Tempo News Room mengatakan, justru bersyukur atas penyerbuan anggota TNI, yang melukai para preman. "Sikap para preman Rajabasa ini sudah sangat meresahkan. Jadi biar saja dikasih pelajaran oleh tentara," kata Susiani, 35 tahun, warga Lampung Selatan yang hendak menuju Jakarta.
Penumpang lainnya, juga hampir senada. "Setiap masuk terminal ini, penumpang sering ditarik-tarik dan diambil tasnya, supaya naik mobil mereka. Sudah begitu, yang mengerumuni lebih dari empat orang," kata Anisa, mahasiswa Universitas Lampung.
Fadilasari - Tempo News Room
|