|
Bandar Lampung
Korem Garuda Hitam Periksa Empat Anggota TNI
23 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Tim intelijen Komando Resimen Militer (Korem) 043/Garuda Hitam, Lampung, Selasa (23/3), memeriksa empat orang anggota TNI AD Batalyon 143 Tri Wira Eka Jaya, Natar, Lampung Selatan. Pemeriksaan ini menyusul penyerbuan sekitar 100 tentara ke pos polisi Terminal Rajabasa, Selasa (22/3).
Mereka yang diperiksa adalah Wakil Komandan Batalyon 143, Mayor Infantri Irwan Mulyana. Tiga orang lagi adalah anggota batalyon, Praka David, Praka Alexander, dan Praka Iful Sudibyo.
Menurut wakil komandan tim intelejen Korem 043 Garuda Hitam, Letda Rusdi, yang memimpin penyidikan, Irwan Mulyana diperiksa sebagai penanggung jawab batalyon saat itu. Sementara komandan batalyon, Letnan Kolonel Infantri Dudung Abdurrahman, sedang cuti. "Irwan juga berada dilokasi, menyusul para tentara, untuk melerai pengrusakan," kata Rusdi.
Sementara Praka David dan Praka Alexander adalah dua orang tentara yang dikeroyek preman Rajabasa, yang berbuntut penyerbuan 100-an pasukan TNI itu ke pos polisi terminal Rajabasa. Sedangkan Praka Iful ikut melihat saat dua temannya dihajar preman, setelah bertengkar mulut dengan sejumlah awak bus.
Selain merusak pos polisi, tentara yang datang dengan truk perang TNI itu juga merusak pos dinas lalu lintas dan jalan raya Rajabasa, menghajar sejumlah awak bus dan pedagang. Sedikitnya tiga orang terluka parah, yaitu Heri (sopir bus), Eka (agen), dan Suhaimi (pedagang asongan). Mereka juga merusak bus Corona, yang dikendarai Heri. Pada awal kejadian, sejumlah agen memang mengajak Praka David cs untuk naik bus tersebut.
Rusdi menjelaskan, penyidikan yang dilakukan oleh tim intelijen Korem 043 Garuda Hitam itu hanya untuk bahan laporan kepada Komandan Korem 043 Garuda Hitam, Kol. Inf. Chairuddin Aziz. "Proses hukumnya sendiri akan dilakukan oleh Detasemen Polisi Militer II-3 Lampung," katanya.
Namun Rusdi tidak dapat memastikan apakah kasus itu akan diteruskan ke polisi militer atau tidak. Bisa saja, kasus itu dihentikan karena hanya pelanggaran administratif. "Kita tahu preman di terminal Rajabasa itu sangat meresahkan. Jadi pokok masalahnya ada pada mereka," kata Rusdi. Saat ini Korem 043 Garuda Hitam maish mencari tiga orang, yaitu Nasir, Mukti, dan Edi Togel, yang diduga menggerakkan para preman Rajabasa untuk mengeroyok dan mengambil dompet serta telepon seluler Praka David dan Praka Alex.
Sementara itu, aktivitas di terminal Rajabasa sejak pagi terlingat lengang. Biasanya, di depan pos polisi Rajabasa banyak bus yang berhenti mencari penumpang. Tapi seharian kemarin bus-bus itu hanya melawati pos polisi, dan mencari penumpang di tempat lain. Pada pedagang yang biasa berjualan di dekat pos polisi juga tidak kelihatan. Mereka khawatir ada serangan susulan dari para tentara, yang memang sempat mengancam akan datang kembali.
Sejumlah angota TNI berpakaian seragam dan preman tampak memperbaiki kaca-kaca dna kusen jendela yang rusak. "Malam ini semuanya harus sudah selesai, karena besok panglima kodam Sriwijaya akan datang," kata seorang anggota TNI.
Sesuai kesepakatan Komandan Korem dengan Kepala Poltabes Bandar Lampung sebelumnya, perbaikan kantor pos polisi dan dinas lalu lintas akan dilakukan oleh anggota TNI, atas biaya dari Korem 043 Garuda Hitam.
Fadilasari - Tempo News Room
|