|
Riau
Bakal Demo Lagi, Polisi Lakukan Pengamanan
07 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Guru, murid, dan sejumlah massa di Bangkinang, Kampar, besok (Senin,red) merencanakan melakukan unjukrasa lagi meminta Bupati Kampar Jefri Noer turun tahta.
Rencana unjukrasa gelombang kedua itu selain terungkap dalam dialog guru dengan Wakil Gubernur Riau Wan Abubakar di Kantor Gubernur Jumat lalu (5/3) , juga dipertegas dalam rapat guru dan pengurus PGRI Kampar di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Hari Sabtu (6/3).
Mengutip pernyataan guru yang ikut datang ke Kantor Gubernur itu,unjuk rasa itu ilakukan karena melihat Presiden melalui Mendagri bekerja lamban dan terkesan mempertahankan Jefri Noer sebagai Bupati Kampar, meski DPRD Kampar sudah mencabut mandatnya.
"Masa kerja tim lama sekali. Baru Senin (8/3) disebut-sebut disampaikan kepada Mendagri, kemudian ada indikasi mendagri berpihak kepada Jefri Noer," kata beberapa para guru yang menolak menyebut jati dirinya.
Kebenaran adanya rapat untuk melakukan unjukrasa itu dibenarkan Kapolres Kampar AKBP Abdul Hasyim Gani, kepada Korantempo di Pekanbaru.
"Benar. Polres Kampar mengetahui adanya rapat para guru dan PGRI di Kantor Dispora, Sabtu lalu dan Polres sudah mengimbau agar guru dan massa yang mau melakukan unjuk rasa melapor ke Polres sesuai ketentuan aagar bisa dipersiapkan pengamanan,"katanya, Minggu Sore melalui telepon selularnya.
Polres, tutur Gani, pada hari yang sama yakni Sabtu juga sudah meminta kesabaran para guru menunggu keputusan dari pusat tentang tuntutan Bupati Jefri Noer melepas jabatannya.
Namun, katanya, mereka terlihat tidak mengindahkannya. Bahkan, hingga Minggu sore (7/3) Polres belum menerima pemberitahuan dari pihak manapun yang merencanakan unjukrasa pada Hari Senin ini.
Apabila belum juga ada pemberitahuan dan minta izin unjukrasa, tegas Gani, maka Polres akan mengambil tindakan tegas pada pengunjukrasa yakni dengan membubarkan dan mengambil tindakan tegas apabila para pengunjukrasa masih membangkan dan melakukan hal-hal yang dinilai membuat keributan. "Polres merasa berkepentingan membubarkan unjuk rasa untuk menjaga ketertiban menjelang waktu kegiatan kampanye dan Pemilu," katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya unjukrasa gelombang kedua di Kampar setelah mereda mulai tanggal 21 Februari 2004 (dimulai tanggal 10 februari 2004), menyusul keluarnya keputusan DPRD Kampar yang mencabut mandat kepada Bupati Jefri sebagai Bupati Kampar, menurut Kapolres Kampar tu, pihaknya akan menyiapkan sedikitnya tiga kompi pasukan termasuk mengerahkan petugas dari Kodim 0313 untuk mengamankan Kab.Kampar.
"Kepolisian tidak menginginkan terjadi hal-hal yang merugikan banyak orang dan menggangu ketertiban umum khususnya menghadapi kegiatan Pemilu 2004 yang merupakan agenda nasional,"tegasnya.
Basrun, pelaksanan tugas Kepala Dinas Dikpora Kampar yang sebelumnya sudah dipecat Bupati Jefri dan disebut-sebut ikut dalam rapat di Kantor Dispora Kampar, pada Hari Sabtu (6/3) saat dikonfrimasikan tentang jadi atau tidaknya unjuk rasa guru di Kampar, Senin, menolak memberi keterangan rinci."Saya memang mendengar adanya rencana itu, tapi tidak pasti dan saya tidak juga tahu pasti apa jadi atau tidak unjukrasa itu," katanya.
Sebelumnya DPRD Kampar juga menyatakan keprihatinan atas lambannya Mendagri Hari Sabarno mengeluarkan keputusan atas nasib Jefri Noer. "Lambannya keputusan atas Jefri Noer menyebabkan situasi Kampar tidak kondunsif termasuk menyangkut kinerja DPRD Kampar membahas RAPBD Kampar yang belum juga dilaksanakan," kata Syaifuddin Effendy, Ketua DPRD Kampar kepada pers.
Evalisa Siregar
|