Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Padang

Korban Gempa Tanah Darat Terserang Berbagai Penyakit
22 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Padang: Sekitar 600 warga Kecamatan Batipuh, Tanah Datar, Sumatera Barat, yang daerahnya dilanda gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter, Senin (16/2) malam, sebagian besar terkena penyakit kecemasan (psycosomatis) seperti hipertensi, maag. Sekitar 180 orang terkena infeksi saluran pernapasan (Ispa) dan 36 dewasa dan anak-anak terkena diare.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Tanah Datar dr. Faurizal di Batipuh, Sabtu (21/2) menjelaskan, ke-600 warga tersebut umumnya korban gempa yang tinggal di tenda-tenda yang berobat di puskesmas keliling. "Wajar saja, karena dengan tinggal di tenda-tenda dalam jumlah yang besar mereka mengalami stress,
sehingga menyebabkan penyakit, termasuk menyebabkan Ispa dan diare," katanya.

Ia menambahkan, yang perlu diwaspadai adalah jika diare tersebut mewabah. Untuk menanggulangi itu, pihaknya sejak hari pertama kejadian gempa telah menyiapkan air minum melalui tangki-tangki PDAM di posko-posko dan tenda-tenda yang menampung korban gempa.

Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga telah menyiagakan semua Puskesmas di daerah yang terkena gempa serta mengaktifkan 5 puskesmas keliling yang setiap hari mendatangi warga.

Salah seorang korban, Emi, 20 tahun, mengatakan sejak kejadian gempa ia bersama tinggal di tenda umum yang
berisi 78 kepala keluarga yang didirikan PMI di Gunung Rajo. Putranya, Fikri, yang baru berumur 8 bulan, sudah
2 hari terkena diare. Namun kondisinya berangsur pulih setelah diberi obat oleh perawat dari Puskesmas
Keliling. "Kami tinggal sama-sama dalam satu tenda dan air bersih untuk mandi dan cuci agak susah, makan dari
dapur umum juga cuma 1 kali sehari," jelasnya.

Untuk kembali ke rumah, menurutnya tidak mungkin, karena rumahnya sudah hancur, terpaksa bersama ratusan
warga Gunung Rajo lainnya tidur berdesak-desakan dalam satu tenda. "Banyak yang masih trauma kembali ke
rumah, karena kemarin masih ada gempa susulan," ungkapnya.

Febrianti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Menteri Sosial Bantu Korban Gempa Sumatera Barat
Jalur Jember-Bondowoso-Situbondo Lumpuh
Dua Tewas Akibat Angin Ribut di Banyumas
Puncak Badai, Februari
Kereta Api Palembang-Lubuk Linggau Lumpuh

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data