|
Riau
Pansus Dukung Pencopotan Bupati Jefri Noer
19 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Bupati Kampar Jefri Noer semakin tersudut. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kampar, Kamis (19/2), dalam sidang paripurna DPRD yang membahas laporan Pansus tentang pembahasan jawaban Bupati Kampar terhadap interpelasi DPRD Kampar menyatakan benar telah terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat atas Bupati Jefri Noer.
Oleh karena itu, menurut Wakil Ketua Pansus Syafrizal, Pansus mengusulkan kepada paripurna supaya mencabut kembali mandat yang telah diberikan dan mengusulkan pemberhentian Jefri Noer dan A.Zakir sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kampar.
“Keputusan Pansus ini sudah bulat dan diserahkan kepada paripurna DPRD Kampar untuk menjadi bahan pertimbangan kepada fraksi yang akan mulai bersidang Jumat (20/2) dan mengambil keputusan pada hari Sabtunya (20/2),” ujar Syafrizal.
Syafrizal menegaskan, pengambilan sikap tegas untuk memberikan rekomendasi pencabutan mandat atas Jefri Noer sebagai Bupati dilakukan anggota Pansus yang berjumlah 13 orang itu setelah menemukan fakta-fakta yang akurat tentang ketidakpercayaan masyarakat terhadap Bupati Kampar dalam masa kerja Pansus yang berlangsung efektif selama tiga hari.
Selain pendidikan di Kampar lumpuh sejak terjadinya unjuk rasa oleh para guru yang dipelopori PGRI 10 Februari, katanya, penyampaian mosi tidak percaya lagi kepada Bupati Kampar juga ditegaskan dalam sikap para kepala dinas, badan, dan kepala kantor di bawah Pemda Kampar.
Sebelumnya, para alim ulama, masyarakat, dan ninik mamak di Kampar, Riau, bahkan DPRD Riau, juga telah menyampaikan pendapat yang sama dan mendesak agar DPRD Kampar mengambil sikap tegas dan menyampikan kepada Presiden RI dalam hal ini Mendagri dan diikuti langkah Gubernur Riau memberikan rekomendasi.
“Mengingat peristiwa demo dan mogok guru di Kampar menjadi perhatian nasional dan mengganggu proses belajar-mengajar dan terganggunya kerja aparat pemerintah di daerah ini, maka rekan-rekan anggota DPRD Kampar diharapkan supaya secara sungguh-sungguh mengedepankan hati nurani dan kepentingan daerah,“ kata Syafrizal.
Keputusan yang diambil Pansus DPRD Kampar kemarin mendapat sambutan hangat dari kalangan eksekutif, legislatif, dan para undangan lainnya, termasuk para guru, murid, dan organisasi masyarakat yang hadir memenuhi ruangan sidang DPRD Kampar di Jalan Tuanku Tambusai, Bangkinang, Riau.
Sidang paripurna DPRD Kampar itu sendiri dikawal ketat aparat keamanan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara, para guru, murid, dan masyarakat lainnya, hingga kemarin juga masih terus melakukan aksi unjuk rasa sehingga proses belajar-mengajar di Kampar masih juga belum berjalan seperti yang diinginkan Mendagri, Gubernur Riau, DPRD Kampar, DPRD Riau, dan Kapolda Riau.
“Pansus lega telah menyelesaikan tugas mengemban aspirasi rakyat Kampar. Pansus meminta agar para guru dan siswa mengaktifkan kembali proses belajar dan mengajar, agar para murid tidak terlalu jauh ketinggalan dalam pelajaran menjelang Ebtanas,” tegas Yurmailis Saruji, Ketua Pansus yang juga Wakil Ketua DPRD Kampar kepada Koran Tempo.
Yurmailis mengakui pihaknya mendapat penegasan dari PGRI bahwa tindakan unjuk rasa yang dilakukan para guru dan murid itu masih akan tetap dilanjutkan hingga DPRD Kampar menyetujui pemecatan Jefri Noer sebagai Bupati Kampar.
“Guru dan murid memang masih akan tetap melakukan aksi unjuk rasa sampai Jefri Noer turun dari tahtanya,” kata beberapa guru dan murid yang melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Bangkinang, yang kini mendapat sebutan ‘Bundaran Guru’.
Eva - Tempo News Room
|