Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nanggroe Aceh Darussalam

Warga Jerman Dipulangkan dari Aceh
24 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) memulangkan seorang warga Jerman yang terbukti memasuki kawasan Nanggroe Aceh Darussalam tanpa izin.

Sascha Grabwo, pria berkebangsaan Jerman kelahiran 15 Januari 1968 itu memiliki identitas sebagai anggota International Associated Press yang dikeluarkan di London.

Juru Bicara Komando Operasi TNI di Aceh, Letkol CAJ Asep Sapari, Sabtu (24/1), membenarkan pihaknya telah memulangkan Sascha Grabwo melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara.

"Dia kita pulangkan ke Medan Sabtu sekitar jam 8 pagi," katanya. Namun pemulangan itu, tambah Asep, tanpa disertai oleh anggota TNI. "Kita positive thinking saja, jadi tidak perlu diantar."

Asep menyebutkan, keberadaan Grabwo di Aceh baru diketahui setelah kendaraan yang ditumpanginya terjebak tanah longsor di kawasan Blang Kejeren, Aceh Tenggara Jumat (23/1) siang. Beberapa warga, temasuk wartawan yang mengetahui adanya warga asing di wilayah Nanggroe Aceh Daraussalam langsung melapor ke Koramil Blang Kejeren.

"Selain warga, ada juga wartawan yang lihat. Mereka langsung lapor ke TNI dan kemudian warga Jerman itu diamankan di Makoramil setempat untuk diperiksakan identitasnya," Asep menjelaskan.

Saat itu, Grabwo hanya dapat menunjukkan identitas diri dengan kartu anggota International Associated Press, sedangkan izin dari PDMD dan Kartu Biru yang diharuskan bagi setiap warga negara asing tidak ada.

"Dia mengaku kedatangannya ke Aceh ini cuma untuk mengunjungi Danau Laut Tawar. Tapi karena orang asing, tentu ada hal-hal khusus yang harus dilengkapinya. Dan itu dia tidak miliki, seperti kartu biru dan izin PDMD," kata Asep.

Karena setelah pemeriksaan hari sudah malam, pria asal Jerman itu diinapkan di Markas Kodim Aceh Tenggara untuk menunggu keesokan paginya.

TNI, kata Asep, tidak bermaksud menahan Grabwo karena kedapatan memasuki wilayah Darurat Militer tanpa izin. "Kita beri dia peringatan. Tapi kalau nanti masih masuk juga tanpa izin, baru diambil tindakan," tegasya.

Zainal Bakri - Tempo News Room.

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

PMI: Pembebasan Fery Tinggal Menunggu Waktu
Panglima GAM Tuntut Sidang Secara Internasional
IFJ Minta Pemerintah Tetap Serius Bebaskan Ferry
TNI Kirim 14 Panser Pindad Ke Aceh
Presiden: Jangan Sorot Pemerintah soal Ersa

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data