Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Selatan

Pemerintah Tak Tentukan Deadline Pembebasan Sandera GAM
10 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Medan: Pemerintah tidak menyebutkan tenggat jelas kapan Gerakan Aceh Merdeka harus membebaskan para sandera. Sejauh ini pemerintah berusaha intensif bernegosiasi melalui Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Internasional (ICRC/International Committee Red Cross). "Ini (negosiasi) berjalan terus," kata Menteri Koordinator bidang Politik Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, di sela-sela seminar nasional "Agama, Media Massa, dan Harmonisasi Dunia", Sabtu (10/1) siang di Medan.

"Negosiasi ini memerlukan intensitas pekerjaan yang tinggi," katanya. Menurutnya, negosiasi yang sudah berjalan empat hari ini tetap diteruskan. "Negosiasi kan ada pasang surutnya," katanya.

Yudhoyono juga telah mengontak pihak negosiator di Aceh tadi malam, Jumat (9/1) dan berpesan kepada mereka untuk tetap gigih berusaha. Ia juga mengatakan pemerintah melalui menteri luar negeri telah menghimbau pemerintah Swedia, karena instruksi-instruksi pihak GAM berasal dari Swedia.

Lebih jauh Yudhoyono menegaskan sikap pemerintah sudah sangat jelas yaitu tidak akan memenuhi syarat yang diminta GAM, yaitu bertukar tawanan. Yudhoyono menilai syarat itu aneh dan tidak masuk akal. " Kita tidak ingin ditipu dan dibodohi pimpinan separatis GAM," ujarnya.

Ia membandingkan hal ini dengan pembebasan wartawan Amerika Serikat William Nelsen, yang GAM tidak memberikan syarat sama sekali. "Kalau Nelsen bisa, kenapa ini tidak, GAM harus membebaskan tanpa syarat," katanya. "Ini teror, ini melanggar konvensi Jenewa," tambahnya.

Yudhoyono juga mengkritik media yang membuat pemberitaan seolah-olah pemerintah, TNI, dan Polri tidak melakukan apa-apa dalam pembebasan sandera itu. "Kami butuh dukungan masyarakat," tambahnya.

Sejak darudat militer I, GAM telah menyandera 322 orang yang tidak bersalah, 60 orang dibebaskan, 3 orang berhasil melarikan diri, dan 5 orang tewas dalam usaha pembebasan. Saat darurat militer II, GAM tidak melepaskan sandera yang tersisa dan malahan menyandera orang-orang yang tidak bersalah lainnya. Saat ini 277 orang yang menjadi sandera termasuk diantaranya juru kamera RCTI Ferry Santoro dan dua orang istri perwira TNI yang salah satunya dalam keadaan hamil tua.

Dinda Jouhana - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Imparsial: Gencatan Senjata Tak Pengaruhi Kedaulatan
SPR Somasi Komnas HAM soal Ersa Siregar
Panglima TNI Jamin Ferry Tetap Hidup Bila Dilepas Hidup
Investigasi Kematian Ersa Dibatasi Tiga Bulan
Menlu Menunggu Hasil Kerja TNI dan ICRC

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data