|
Aceh
Korban Tewas Ledakan Bom di Aceh Jadi 10 Orang
02 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Jumlah korban ledakan bom pada malam tahun baru di Peureulak, Aceh Timur hingga Jum'at malam (2/1) bertambah menjadi 10 orang. Seluruh korban dirawat di Rumah Sakit Umum Langsa, ibu kota Kabupaten Aceh Timur, sekitar 45 kilometer arah timur lokasi ledakan.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa mencemaskan persediaan darah untuk menolong para korban luka yang semakin menipis. Padahal, belasan korban luka
serius masih harus menjalani operasi dan membutuhkan cadangan darah cukup banyak.
Seorang petugas medis di RSU Langsa menyebutkan, hingga Jum'at (2/1) siang, persediaan darah yang ada hanya tinggal satu kantung darah golongan AB, satu
kantung darah golongan O, lima kantung darah golongan A serta tujuh kantung darah golongan B. "Ini jelas tidak cukup. Lebih lagi untuk darah golongan O dan AB saat ini sangat mendesak untuk segera ditambah," kata Tri Desiana, petugas medis yang bekerja di bagian labortarium rumah sakit tersebut.
Yang semakin membuat pihak rumah sakit kerepotan, di Langsa, Aceh Timur hanya rumah sakit umum yang punya cadangan darah. Sedangkan instansi lain, seperti Palang Merah sendiri tidak memiliki cadangan darah.
Akhirnya pihak rumah sakit hanya bisa berharap dari para keluarga korban untuk menyumbangkan darah mereka, selain sumbangan dari warga kota Langsa. "Tapi sampai saat ini masih sedikit yang datang untuk menyumbangkan darah," tutur Tri Desiana.
Terkurasnya cadangan darah di RSU Langsa karena terlalu banyaknya korbanyang harus ditangani pasca bom di Peureulak. Pada saat itu, pihak rumah sakit menerima kiriman sedikitnya 38 korban, termasuk 6 korban yang langsung tewas di lokasi kejadian akibat terkena ledakan bom.
Zainal Bakri - Tempo News Room
|