|
Biaya Pendidikan Picu Inflasi di Padang
05 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kenaikan biaya pendidikan dan harga ikan segar memicu inflasi di kota Padang mencapai 1,82 persen selama Oktober. Angka ini merupakan angka inflasi tertinggi dari 43 kota di
Indonesia. "Faktor utama penyebab inflasi karena kenaikan biaya pada sektor pendidikan juga pada sektor makanan, terutama ikan," kata Kepala Bidang Statistika Distribusi Sumatra Barat, Maman Hermanto, Rabu (5/11).
Menurut Maman, inflasi dari sektor pendidikan mencapai 0,42 persen. Hal ini disebabkan oleh beban biaya
pendidikan terutama di sekolah negeri selalu terjadi dua atau tiga bulan setelah tahun ajaran baru. Selain
itu, rata-rata kenaikan biaya pembangunan tahunan maupun sumbangan bulanan sekolah mencapai 300 persen sehingga cukup berpengaruh terhadap angka inflasi di daerah ini.
Inflasi dari sektor bahan makanan sebesar 1,38 persen dipicu oleh kenaikan harga ikan segar. "Harga ikan selama bulan Oktober naik hingga 16 persen dan menyumbang inflasi sebesar 1,11 dari 1,82," kata Maman. Penyebabnya, selama Oktober, laut sering badai. Tangkapan ikan berkurang. Inilah yang memicu kenaikan harga ikan.
Menurut Maman, inflasi Kota Padang juga mencerminkan yang terjadi di Sumatra Barat. Kendati selama Oktober inflasi Kota Padang tertinggi di Indonesia, untuk inflasi Sumatra Barat selama 10 bulan terakhir rata-rata hanya 2,59 atau menempati urutan 19 di Indonesia.
Febrianti - Tempo News Room
|