|
Nusa
Banyak Anggota DPRD Sumsel Mangkir
23 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Palembang: Usai pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agustus 2003, banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel tidak hadir lagi. Kalaupun ada, hanya beberapa dan itupun sesaat. Padahal saat ini, DPRD Sumsel sedang membahas rencana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk tahun anggaran 2003 dan Persiapan Penyususan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2004.
"Anggota dewan mulai hilang, usai pemilihan gubernur lalu. Masyarakat menganggap dewan tidak membahas ABT. Padahal, sudah tiga kali rapat pimpinan diadakan dan tidak pernah memenuhi kuorum," kata Zamzami Ahmad, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari Fraksi Golkar, Kamis (23/10). Selain dalam rapat pimpinan, kuorum juga tidak pernah terpenuhi dalam rapat-rapat Panitia Musyawarah.
Selain Zamzani, tampak pula Amir Putra, dari Fraksi TNI/Polri selalu hadir. Sementara, Aminullah Ayub -Ketua Fraksi Gabungan, Elianuddin -Ketua Fraksi PDIP, Natsir Djakfar -Wakil Ketua Fraksi PPP, dan pimpinan lainnya, jarang hadir dan mengikuti rapat. "Saya harap, anggota dewan hadir dan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Harusnya, Ketua Fraksi dan pimpinan partai mendisiplinkan anggotanya," kata Zamzani.
Akibatnya, agenda sidang DPRD Sumsel seperti 15 Raperda (Rancangan Peraturan Daerah), ABT tahun 2003, dan lainnya, terpaksa tertunda. Selain itu, terjadi kebuntuan komunikasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD, sejak ABT 2003 diajukan Rosihan, Gubernur Sumsel terpilih pada 6 Oktober 2003. "Banyak pihak menyangkal Pemda Sumsel tidak ada masalah. Bagaimana mungkin? Bagaimana mau membahas ABT? Pemda minta uang miliaran rupiah, waktu mepet dan rapat dewan tidak pernah memenuhi kuorum," kata Zamzani.
Sementara, Thobroni HS, Wakil Gubernur Sumsel, minta DPRD segera membahas ABT 2003 yang sudah diajukan Pemda. "Kalau tidak dibahas, akan mengganggu proses pembangunan di Sumsel," katanya.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room
|