|
Sumatra
Empat Anak Buah Kapal Belum Ditemukan
25 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sampai hari kedua sejak tabrakan KM Pagaruyung dengan KM PAC Bintan, Selasa (23) lalu, empat korban hilang belum juga ditemukan. "Tim masih melakukan pencarian sampai hari ini,” kata Direktur Satpol Air Polda Sumatra Selatan AKBP Bambang Purnomo, Kamis (25/9).
Sejak kemarin Satpol bersama administrasi pelabuhan, Badan SAR Nasional, KPLP dan Angkatan Laut yang berjumlah 14 orang telah mendatangi lokasi tabrakan dan telah melakukan pencarian. Namun, pencarian mendapat hambatan karena cuaca buruk dan gelombang besar. Namun, anggota Polairut yang bertugas di Mentok, Bangka Barat, terus melaporkan posisi Kapal Pagaruyung yang tenggelam dan mulai bergeser sedikit demi sedikit mengikuti arus air laut. “Posisi tenggelamnya kapal terus kami pantau biar tidak terjadi tabrakan susulan,” katanya.
KM Pagaruyung, yang bermuatan 900 ton semen curah Teluk Bayur, tabrakan dengan KM PAC Bintan berbendera Liberia, yang mengangkut 200 kontainer. Posisi tabrakan kapal terjadi pada titik koordinat 0 derajat 15 menit 31 detik lintang selatan dan 105 derajat 16 menit 00 detik bujur timur, tepatnya di perairan Selat Bangka. Tabrakan diduga akibat cuaca buruk dan gelombang besar.
Tabrakan ini mengakibatkan empat oranghilang, sedangkan 24 penumpang lainnya diselamatkan kapal Delta yang melalui perairan tersebut. Anak buah kapal KM Pagaruyung yanghilang masing-masing Kapten Kapal Setioto, Mualim I Asrin Efendi Nasution, Mualim III Wendi Alpin, dan seorang koki bernama Kiki.
Arief Ardiansyah - Tempo News Room
|