Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Kapal Tabrakan di Selat Bangka, Empat ABK Hilang
24 September 2003

TEMPO Interaktif, Palembang: Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Palembang Iskandar mengatakan kemarin telah terjadi tabrakan kapal di laut bebas antara MV PAC Bintan berbendera Liberia yang mengangkut 200 kontainer dari Singapura menuju Tanjung Priok dengan KM Pagaruyung 05 yang mengakut 9.000 semen curah dari Teluk Bayur Padang menuju Tanjung Priok .

“Kami baru mengetahui pukul 10.30 WIB, dari radio pantai di Tanjung Buyut,” ujar Iskandar, Rabu (24/9). Menurutnya, tabrakan terjadi di Karang Brom-brom, Selat Bangka, atau sekitar 35 mil dari perairan Sungasang, Banyuasin, Sumatera Selatan. Lokasi tepatnya pada koordinat 02 derajat 15 menit 31 detik Lintang Selatan (LS) dan 105 derajat 16 menit 00 detik Bujur Timur (BT).

Akibat tabrakan itu, kata Iskandar, empat anak buah kapal (ABK) KM Pagaruyung sampai semalam belum ditemukan, yaitu Kapten Kapal Setioto, Mualim I Asrin Efendi Nasution, Mualim III Wendi Alpin, dan seorang koki bernama Kiki.

Sementara 24 ABK lainnya berhasil diselamatkan oleh Kapal Delta milik PT Bahtera Kencana Adi Nusa dengan Kapten Kapal Yusuf, setelah sebelumnya para ABK itu terapung selama empat hingga lima jam di laut bebas. Saat ini para ABK masih dirawat di RS Pelabuhan Palembang.

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan hari ini pencarian ABK yang hilang akan diteruskan dengan melibatkan Tim SAR, Pelindo, Satpol Airud, Dishub, dan Lanal untuk menuju ke lokasi tabrakan.
Dia juga menghimbau kepada seluruh kapal yang melintasi kawasan tersebut hati-hati karena diperkirakan bangkai kapal KM Pagaruyung yang tenggelam posisinya tidak terlalu dalam.

“Saya juga berharap setiap kapal yang melintas dan melihat korban agar bersedia menolongnya, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal,” kata Iskandar.

Sejauh ini belum diketahui penyebab terjadinya tabrakan antar dua kapal tersebut. Kapal MV PAC Bintan meneruskan perjalanan ke Tanjung Priok dengan pengawasan pelabuhan Tanjung Priok.

Arif Ardiansyah - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dua Nahkoda Kapal Akan Jadi Tersangka
12 Awak Kapal Diperiksa
Enam Korban Tabrakan Kapal Masih Dirawat
Kapal Tabrakan di Selat Bangka, Empat ABK Hilang

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data