|
Banda Aceh
TNI Belum Temukan 10 Kepala Desa yang Diculik
01 September 2003
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:TNI di Aceh Barat belum menemukan sepuluh keuchik (kepala desa ) dan dua sekretaris desa dalam wilayah Kecamatan Woyla, Aceh Barat, yang dikabarkan hilang diculik kelompok bersenjata sejak Kamis (28/8) lalu. Hinga kini, pencarian terus dilakukan dengan melibatkan pasukan TNI/Polri.
Kepala Staf Kodim Aceh Barat, Mayor Kav. Edi Sucipto mengatakan, selama tiga hari terakhir, pihaknya terus melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang disinyalir sebagai tempat pelarian anggota GAM bersama para sandera. “Memang, ada kendala karena mereka dicegat di daerah yang tidak ada pasukan kita,” kata Edi Sucipto saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (1/9). Ia tidak menyebutkan daerah mana saja yang telah disisir.
Menurut Edi, sebagian para keuchik itu diculik di tengah jalan usai mengikuti penyuluhan keamanan di Pasai, Aceh. Sebagian lainnya diambil saat berada di kebun. Selain itu, kata Edi, GAM yang diperkirakan berkekuatan 30 orang itu juga mengambil ribuan KTP Merah Putih milik penduduk. Akibatnya, warga khawatir karena dalam waktu dekat akan ada razia KTP Merah Putih secara serentak di seluruh Nanggroe Aceh Darussalam.
Ke-10 kepala desa yang ditawan GAM di antaranya keuchik di Kecamatan Woyla Timur. Di antaranya adalah Zamzami (Keuchik Paya Mengendrang), Tgk Nawi (Tangkeh), Sofyan R (Cot Punti), Naq Syabandi (Pasi Janeng), Baihaqi (Rambong), serta Keuchik Gampong Baru, M Hasan. Sementara empat keuchik dan dua sekdes dari Kecamatan Woyla Tengah belum diketahui namanya.
Akibat dari penculikan itu, kata Edi, masyarakat Woyla menyandera enam orang keluarga anggota GAM, dua hari setelah kasus penculikan kepala desa. Itu dilakukan sebagai tawar menawar untuk barter dengan kepala desa yang disandera.
Yuswardi A. Suud – Tempo News Room
|