TEMPO Interaktif, MEDAN: Sumatra Utara mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,14 persen dibanding hasil sensus 2000. Ini merupakan hasil sementara Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (1 April-31 Mei 2003) di 20 kabupaten dan kota.
Menurut Kepala BPS Sumatra Utara, Nasir Syarbaini, dari sensus itu juga tercatat jumlah pemilih sementara untuk Pemilu 2004 sebanyak 7.297.615 orang dari total penduduk sebanyak 11.890.399 orang.
“Dibandingkan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000, maka hasil sementara SP 2003 ini terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 1,14 persen. Karena hasil SP 2000, penduduk Sumatra Utara termasuk penduduk bertempat tinggal tidak tetap tercatat sebanyak 11. 513.973 jiwa,” kata Nasir Syarbaini kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumatra Utara, Rabu sore (23/7).
Menurut Nasir, jumlah pemilih sementara Pemilu 2004 di Sumut ini belum termasuk jumlah penduduk di dua desa (enam blok sensus) di Kabupaten Nias yang tidak mau didata. Begitupun, walau penduduk di dua desa yang berjumlah 4.700 jiwa (hasil SP 2000) itu diikutkan, total jumlah penduduk Sumut pada SP 2003 ini tidak akan mencapai angka 12 juta.
“Kalau dua desa di Kabupaten Nias ini diestimasi jumlah penduduknya, maka jumlah penduduk Sumut hanya mencapai 11.895.099 jiwa dan pemilih sebanyak 7.300. 196 dengan pertumbuhan penduduk 1,16 persen dibandingkan SP 2000,” ujarnya.
Dari hasil sementara P4B itu, jumlah penduduk dan pemilih di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidimpuan masih digabungkan, karena persoalan tapal batas kedua wilayah ini masih belum final diputuskan.
Ada pun hasil sementara SP 2003 ini ada beberapa wilayah yang jumlah penduduknya berkurang jika dibandingkan hasil SP 2000 seperti di kabupaten Simalungun, kotamadya Pematang Siantar dan kabupaten Dairi. Sebaliknya, ada juga beberapa wilayah di pantai timur seperti kabupaten Langkat, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu dan Kota Tanjung Balai yang meningkat jumlah penduduknya.
Tentang masih adanya penduduk yang belum tercacah pada pelaksanaan P4B, Nasir menjelaskan akan dilakukan pada saat pencocokan dan penelitian pada Nopember 2003 yang dilakukan hingga ke desa dan kelurahan. Sehingga diharapkan warga yang belum tercacah bersedia meluangkan waktu untuk menerima petugas P4B.
Selain itu, Nasir juga mensosialisasikan tentang pelaksanaan Sensus Pertanian (ST) di Sumut yang puncaknya dilakukan Agustus 2003 ini di 326 kecamatan yang ada.
Sensus Pertanian ini mencakup seluruh komoditi pertanian yang dikuasai/diusahakan rumah tangga menurut sub sektor pertanian seperti tanaman padi, palawija, holtikultura semusim dan tahunan, tanaman perkebunan semusim dan tahunan, tanaman kehutanan, ternak dan unggas.
Menurut Nasir, ST 2003 ini sangat penting dilakukan terutama untuk mengembangkan perekonomian. Karena, ST yang dilakukan secara periodik 10 tahun sekali ini memberikan kontribusi nomor dua dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) dan dengannya akan diperoleh data statistik pertanian yang akurat guna penyusunan struktur pertanian di Indonesia.
Sebagai catatan, pada tahun 2002, sektor pertanian ini memberikan kontribusi untuk PDB sekitar 17,3 persen, di bawah sektor industri 26 persen. Apalagi, dari 90,8 juta penduduk yang bekerja, sekitar 44,3 persennya bekerja di sektor pertanian. Sedangkan untuk Sumut, sektor pertanian ini memberikan kontribusi bagi PDRB sebesar 30 persen.
bambang soed-Tempo News Room