|
Nusa
Kapal Tongkang Tabrakan di Sungai Musi
07 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Palembang: Sebuah kapal tongkang bermuatan minyak solar 363 ton tengelam setelah bertabrakan dengan kapal barang berbendera Vietnam di Sungai Musi, pukul 13.30 WIB, Senin (7/7).
Meskipun tidak korban jiwa, nahkoda kapal tongkang yang membuat solar milik PLTU I Keramasan Mulyono mengalami luka ringan di bagian kepala dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Charitas, sedangkan empat ABK lainnya selamat. Kapal An Giang 05 sudah diamankan di Satuan Polisi Air Polda Sumsel.
Menurut saksi mata, kapal tongkang baru saja mengisi bahan bakar sebanyak 363 ton solar di dermaga 8 Pertamina Plaju. Setelah selesai pengisian, kapal tongkang langsung memutar menuju ke Sungai Selincah. Bersamaan dengan memutarnya kapal tongkang ini, dari hilir sebuah kapal barang yang mengangkut beras asal Vietnam, melaju ke arah kapal tongkang. Karena jarak kapal terlalu dekat dan arus sungai sangat deras tabrakan tidak terelakan.
“Tapi kita akan selidiki dulu, siapa yang salah, bisa saja kedua-dianya, mestinya tongkang tidak langsung buang haluan. Apalagi siang hari, kan kelihatan ada kapal, tunggu dulu baru memutar,” ujar Kepala Sub Dinas Hubungan Laut Angkutan Sungai Danau Penyebrangan dan Kereta Api Dinas Perhubungan Kota Palembang, Said Albar. Sebaliknya demikian, kapal barang, menurut Albar, jika air sedang surut kapal barang bisa mudah menghentikan kapal karena melawan arus.
Akibat tabrakan, Sungai Musi mulai dipenuhi solar, pihak Pertamina sudah melakukan antispasi agar minyak-minyak dari tongkang itu tidak menyebar dengan memasang oil boom-alat untuk menghalangi penyebaran minyak. Selain itu tumpahan minyak disemprot dengan zat kimia untuk menguraikan minyak. Namun usaha ini sia-sia, karena tidak ada petugas yang menjaga, sehingga ketika gelombang datang minyak tersebut keluar dari oil boom.
Sampai Senin malam, minyak sudah menyebar lebih dari 2 kilometer dari lokasi kejadian.
ArIf Ardiansyah -Tempo News Room
|