Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Bentrok dengan Brimob, 23 Pengunjuk Rasa Terluka
29 Maret 2003

TEMPO Interaktif, Palembang:Unjuk rasa ribuan massa yang tergabung Front Pembela Rakyat Tertindas dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Lubuklinggau, Musirawas, Sumatra Selatan, Sabtu (29/3) diwarnai bentrok dengan aparat Brimob di depan pendopo Kabupaten Lubuklinggau, Musirawas, Sumatra Selatan. Sebanyak 23 orang terluka akibat tembakan peluru karet, seorang pengunjuk rasa ditangkap dan keberadaannya hingga kini belum diketahui.
Awalnya aksi yang dilakukan di lapangan upacara Lubuklinggau sekitar pukul 09.00 WIB untuk memprotes kasus mutasi sejumlah pejabat eselon II dan pelantikan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan pemerintah kabupaten Musirawas yang dinilai tidak transparan, dan sejumlah kasus korupsi yang berindikasi melibatkan Bupati Musirawas, Soeprijono Joesoef berjalan secara damai. Aksi itu yang mendapat dukungan sejumlah pejabat yang menolak dilantik itu hanya diisi dengan orasi secara bergantian.

Namun sekitar pukul 09.40 WIB seorang pengunjukrasa yang belum diketahui namanya dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, tiba-tiba ditangkap aparat Polres Musirawas. Massa memprotes penangkapan itu dan mulai mendekati tempat pelantikan para pejabat baru di pendopo Kabupaten Musirawas.

Sekitar 12.00 WIB, pemerintah kabupaten menawarkan dialog dengan para pengunjuk rasa lewat sejumlah utusan dari massa. Usulan itu ditolak karena semua pengunjuk rasa ingin ikut berdialog. Karena kesal menunggu massa kemudian melempari aparat Brimob yang saat itu tengah berjaga dengan nasi bungkus. Maka bentrokan pun terjadi dan Aparat Brimob menembakan peluru karet ke arah massa.

Sedikitnya 23 pengunjukrasa mengalami luka tembak. Aparat Brimob juga merampas peralatan unjuk rasa seperti megaphone, kamera foto, dan alas kaki pengunjukrasa. Tidak diketahui apakah ada korban dari pihak Brimob.

Menurut Sehabuddin, salah seorang pengunjukrasa dari Front Pembela Rakyat Tertindas, seluruh korban sudah dibawa dan kini dirawat di rumah sakit umum daerah Lubuklinggau. "Semuanya dirawat, jumlah 23 orang setelah kita data," kata Sehabuddin yang juga aktivis DPC Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Lubuklinggau.

Ke-23 korban luka tembak itu adalah Suranto, Jhoni, Hapiz, Badaruddin, Edison, Sanusi, Heri, Wawan, Gandi, Wadi, Yadi, Sapri, Jhon Sukaraja, Iin, Nawi, Opa, Bursa, Balirun, Mawardi, Muhazoni, Faisol, Arwadi, dan Sedol. (arief ardiansyah-tempo news room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita sumatera Lainnya

Tiga Perusak Kantor SIB Ditangkap Polisi
(Senin, 26/04/2004 | 17:45 WIB)
Bus ALS Jakarta- Medan Tertimpa Longsor, 40 Penumpang Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 12:29 WIB)
Pangdam Iskandar Muda Siap Pertanggungjawabkan Dana
(Sabtu, 24/04/2004 | 19:10 WIB)
Angin Puyuh Hancurkan Puluhan Rumah di Batam
(Jum'at, 23/04/2004 | 19:17 WIB)
Kantor Harian Sinar Indonesia Baru Diobrak-abrik Preman
(Kamis, 22/04/2004 | 17:10 WIB)
Aktivis Lingkungan Peringati Hari Bumi
(Kamis, 22/04/2004 | 12:35 WIB)
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Mulai Kembalikan Formulir
(Rabu, 21/04/2004 | 18:20 WIB)
Caleg PDIP Tewas Minum Baygon di Medan
(Selasa, 20/04/2004 | 12:37 WIB)
Massa Tuntut Pemilihan Gubernur Lampung Secara Langsung
(Senin, 19/04/2004 | 17:09 WIB)
Oemarsono Kembali Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur
(Minggu, 18/04/2004 | 19:13 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data