|
Nusa
Virus KHV Rugikan Petani Ikan Miliaran Rupiah
13 Maret 2003
TEMPO Interaktif, Bengkulu:Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Departemen Kelautan dan Perikanan, Ahmad Rukyani, menghimbau petani ikan air tawar untuk hati-hati terhadap serangan Koi Herpesvirus (KHV). Menurut Rukyani, akibat penyakit herpes itu petani ikan mas di Indonesia mengalami kerugian mencapai Rp 100 miliar.
“Penyebaran penyakit herpes ini sangat cepat menular dan hingga kini obat penyembuhnya pun belum ditemukan,” ujar Rukyani di Bengkulu, Kamis (13/3). Penyakit itu tidak menular kepada manusia. Menurut Rukyani, ikan yang terserang penyakit herpes ini dapat menyebabkan kematian massal antara 80-90 persen. Gejala klinis yang terlihat adalah insang pucat dan rusak.
KHV menyerang Indonesia pertama kali di Pulau Jawa, yang diduga awalnya melalui impor bibit Koi dari Cina. Saking ganasnya virus KHV, sekarang ini sudah menyebar hampir di seluruh pelosok Indonesia. Padahal Menteri Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan surat keputusan tentang pelarangan membawa ikan Mas dari Pulau Jawa ke daerah lain. Larangan tersebut ternyata dilanggar sehingga penyebaran virus ini tak terelakkan.
Di Bengkulu, virus ini sudah menyebar. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Tony Sarwono, penyakit herpes telah menyerang ikan milik petambak di kawasan Kabupaten Rejang Lebong. Sediktnya 50 ton ikan Mas di kawasan itu mati. (Syaipul Bakhori—Tempo News Room)
|